- Organisasi Meteorologi Dunia melaporkan salju abadi Papua tersisa dua persen pada 2025 dan diprediksi punah tahun 2027.
- Kawasan Pasifik Barat Daya mengalami tahun terpanas kedua pada 2025 dengan kenaikan suhu rata-rata 0,37 derajat Celsius.
- Siklon Senyar menewaskan lebih dari 1200 orang di Indonesia dan Malaysia setelah mendarat pada November 2025.
Perubahan iklim juga mendorong kenaikan muka laut. Dalam periode 1999-2025, muka air laut di kawasan Pasifik Barat Daya naik rata-rata 3,7 milimeter per tahun.
Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh pemanasan laut yang membuat air mengembang serta mencairnya gletser, lapisan es, dan tudung es.
Hampir seluruh kawasan Pasifik Barat Daya juga mengalami nilai pH permukaan laut terendah dalam catatan pada 2025. Pengasaman terjadi ketika laut menyerap semakin banyak karbon dioksida dari atmosfer, yang dapat memengaruhi ekosistem, habitat, dan keanekaragaman hayati laut.
Cuaca ekstrem dan Siklon Senyar
Selain perubahan yang berlangsung secara perlahan, 2025 juga ditandai sejumlah kejadian cuaca ekstrem. Salah satu yang paling mematikan adalah Siklon Senyar, yang tercatat sebagai siklon tropis pertama yang diketahui terjadi di Selat Malaka.
Siklon tersebut berdampak pada lebih dari 10 juta orang di Indonesia dan Malaysia dan menewaskan lebih dari 1.200 orang.
Senyar pertama kali mendarat di Sumatra bagian utara pada 26 November sebelum kembali melintasi Selat Malaka dan mendarat di Semenanjung Malaysia. Di Sumatra bagian utara, curah hujan lebih dari 400 milimeter tercatat dalam satu hari.
WMO mencatat peringatan dini, koordinasi, dan bantuan lokal membantu mengurangi korban serta mempercepat penanganan. Namun, penyampaian peringatan hingga ke masyarakat di garis depan, termasuk masyarakat pesisir dan nelayan, masih menghadapi sejumlah kesenjangan.
Kasus tersebut menunjukkan bahwa sistem peringatan dini perlu memperhitungkan dampak dan kemungkinan terjadinya bencana berantai, seperti banjir, longsor dan aliran material yang dipicu oleh satu kejadian cuaca ekstrem.
Menurut WMO, penguatan peringatan dini dan aksi dini menjadi semakin penting karena pemanasan meningkatkan risiko terhadap pangan, kesehatan, infrastruktur, laut, dan mata pencaharian masyarakat.