BACA 10 DETIK
- Mohammed Miftah selaku pejabat Houthi memperingatkan ancaman penutupan bandara Arab Saudi pada Minggu, 20 September 2026.
- Ancaman tersebut disampaikan di Sana'a sebagai bentuk balasan atas blokade dan serangan terhadap wilayah Yaman.
- Kelompok Houthi menegaskan akan merespons agresi militer dengan prinsip eskalasi dibalas eskalasi terhadap infrastruktur Arab Saudi.
Ancaman terhadap bandara Saudi menjadi perkembangan penting karena sektor penerbangan merupakan bagian vital dari konektivitas dan aktivitas ekonomi kerajaan.
Sebelumnya, Houthi juga telah menjadikan fasilitas dan wilayah strategis Saudi sebagai bagian dari retorika ancaman mereka.
Pada Juli 2026, Miftah memperingatkan bahwa serangan terhadap bandara Yaman maupun lalu lintas penerbangan sipil dapat memicu respons dari kelompoknya.
Dalam perkembangan terbaru, ancaman Miftah memperlihatkan bahwa eskalasi tidak hanya berkaitan dengan medan perang di Yaman.
Infrastruktur penerbangan Saudi juga disebut dalam konteks kemungkinan respons Houthi.