Jakarta Diguyur Hujan, Operasi Modifikasi Cuaca Akhirnya Berhasil

Selasa, 22 September 2026 | 20:41 WIB
Ilustrasi hujan di Jakarta. (Jakarta Addicted/Unsplash)
BACA 10 DETIK
  • Wilayah Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan lebat pada Selasa, 22 September 2026, setelah dilanda musim kemarau panjang.
  • BPBD DKI Jakarta sukses melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca melalui penyemaian garam di udara sejak 18 hingga 22 September 2026.
  • Keberhasilan rekayasa cuaca tersebut bertujuan mengatasi potensi krisis air dan memulihkan cadangan air baku masyarakat ibu kota.

Suara.com - Ikhtiar membasahi tanah ibu kota di tengah terpaan musim kemarau panjang akhirnya membuahkan hasil setelah hujan berintensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Selasa (22/9/2026) malam.

Guyuran berkah air hujan tersebut disambut rasa syukur warga menyusul peringatan dini cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG sejak pukul 18.50 tadi.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, presipitasi terpantau membasahi sejumlah wilayah ibu kota, khususnya di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, hingga Jakarta Barat.

Kawasan penyangga metropolitan seperti Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bogor, Tangerang, serta sebagian wilayah Bekasi juga serentak diguyur hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang.

Turunnya hujan ini menjadi bukti nyata keberhasilan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang digencarkan oleh jajaran penanggulangan bencana daerah sejak beberapa hari terakhir.

“Senin (21/09/2026), BPBD DKI Jakarta melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menambah curah hujan mulai hari ini 18 September 2026 sampai dengan 20 September 2026 dan perpanjang sampai 22 September 2026, Bandar Udara Pondok Cabe, Tangerang Selatan,“ bunyi penjelasan resmi BPBD DKI Jakarta.

Penyemaian garam ke bibit awan potensial diatur sedemikian rupa melalui udara guna mempercepat proses pembentukan awan hujan.

“OMC ini melakukan 2 kali sorti dengan penerbangan penyemaian di daerah sekitaran Depok, Kota Bogor, Kabupaten Bogor dengan ketinggian 8.000 feet sampai dengan 10.000 feet,“ lanjut penjelasan BPBD DKI Jakarta dari laman resmi mereka.

Fokus penyemaian di wilayah hulu terbukti jitu dalam memicu pergerakan awan konvektif tebal yang mengarah masuk membasahi kawasan Jakarta.

Langkah strategis rekayasa cuaca ini diambil Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebagai tindakan tanggap darurat atas potensi krisis pasokan air selama kemarau.

“OMC yang dilaksanakan jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menindaklanjuti prakiraan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan juga PAM JAYA,“ tutup penjelasan resmi BPBD DKI Jakarta.

Keberhasilan operasi langit ini diharapkan mampu memulihkan ketersediaan cadangan air baku masyarakat sekaligus mengikis hawa terik yang menyelimuti Jakarta belakangan ini.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com