Musim Hujan Tahun Ini Diprediksi Mundur, BMKG: Durasi Bisa Lebih Panjang

Selasa, 22 September 2026 | 10:55 WIB
Sejumlah warga beraktivitas saat turun hujan di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Selasa (13/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan prediksi awal musim hujan 2026-2027 mundur di Jakarta, Selasa (22/9/2026).
  • Sebanyak 61,08 persen wilayah daratan Indonesia akan mengalami awal musim hujan lebih lambat dengan curah hujan normal.
  • Puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Desember 2026 hingga Februari 2027 dengan durasi yang lebih panjang.

Suara.com - Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan musim hujan 2026-2027 di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi datang lebih lambat atau mundur dibandingkan kondisi normal.

Berdasarkan prediksi BMKG, mencakup 61,08 persen luas daratan Indonesia diperkirakan mengalami awal musim hujan yang mundur.

"Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi datang lebih lambat atau mundur yaitu di 529 zona musim atau 61,08 persen luas daratan Indonesia," kata Faisal dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Meski demikian, awal musim hujan di Indonesia akan berlangsung secara bertahap. Sebanyak 185 zona musim atau 24,66 persen luas daratan Indonesia diprediksi memasuki musim hujan pada November 2026.

Sementara itu, sebanyak 266 zona musim atau 17,31 persen luas daratan Indonesia diprediksi mulai memasuki musim hujan pada Desember 2026.

Terkait sifat musim hujan, BMKG memprediksi akumulasi curah hujan pada periode musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia berada dalam kategori normal.

" Sebagian besar Indonesia atau 510 zona musim sama dengan 69,76 persen luas daratan Indonesia diprediksi berada pada kategori normal atau mendekati kondisi rata-rata klimatologisnya," ujar Faisal.

Ia mengatakan puncak musim hujan 2026-2027 di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi terjadi pada Desember 2026. Sebanyak 155 zona musim atau 36,94 persen luas daratan Indonesia diperkirakan mengalami puncak musim hujan pada bulan tersebut.

Kemudian, sebanyak 162 zona musim atau 25,68 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami puncak musim hujan pada Januari 2027.

Sedangkan pada Februari 2027, puncak musim hujan diperkirakan terjadi di 190 zona musim atau mencakup 16,79 persen luas daratan Indonesia.

Selain cenderung mundur, BMKG juga memprediksi durasi musim hujan 2026-2027 di sebagian besar wilayah Indonesia lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

"Durasi mjaim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia di 482 zona musim atau 51,90 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami musim hujan 2026-2027 yang lebih meningkat dari normalnya," kata Faisal.

Menurutnya, prediksi tersebut perlu menjadi perhatian berbagai sektor agar dapat melakukan persiapan menghadapi dinamika iklim pada musim hujan mendatang.

"Kami berharap prediksi musim hujan 2026-2027 dapat menjadi pijakan strategis untuk perencanaan meningkatkan kesiapsiagaan serta mempertajam langkah mitigasi dan antisipasi di berbagai sektor yang terdampak oleh dinamika iklim," ujarnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com