Kepala Basarnas Banten Pastikan Pencarian 5 Jurnalis dan 2 ABK yang Masih Hilang Tidak Berlanjut

Rabu, 23 September 2026 | 17:01 WIB
Jurnalis meletakkan bunga mawar saat mengikuti doa bersama untuk jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di Carita, Pandeglang, Banten, Kamis (17/9/2026). [ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/kye]
BACA 10 DETIK
  • Basarnas Banten menghentikan pencarian korban KM Arupadatu I setelah identitas jenazah di Pulau Enggano terkonfirmasi.
  • Polri memastikan jenazah yang ditemukan di Bengkulu tersebut adalah Sukarman, salah satu ABK kapal.
  • Nasib lima jurnalis dan dua ABK lainnya beserta kapal mereka hingga kini belum diketahui.

Suara.com - Kepala Kantor Basarnas Banten, Al Amrad, menyebutkan pencarian terhadap lima jurnalis dan dua anak buah kapal (ABK) yang masih hilang bersama KM Arupadatu I tidak akan dilakukan lagi. Penegasan itu disampaikan usai polisi merilis identitas jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, yang merupakan salah satu ABK atas nama Sukarman.

Amrad menjelaskan, operasi SAR selama sepuluh hari sebelumnya juga dilakukan dengan berkoordinasi bersama Kantor Basarnas di Bengkulu dan Lampung untuk memperluas pencarian.

"Kami sudah melakukan koordinasi dengan Kansar Bengkulu dan Kansar Lampung untuk wilayah pesisir dan para nelayan yang ada di sekitar. Hingga saat ini, Bengkulu masih melaksanakan koordinasi dan itu nihil, termasuk yang di wilayah Lebak," kata Amrad dalam konferensi pers di Serang, Banten, Rabu (23/9/2026).

Bahkan, warga sekitar, termasuk nelayan, juga diminta melaporkan jika menemukan sesuatu.

"E-broadcast yang kami lakukan ini, termasuk pemapelan itu, kami libatkan dengan VTS, termasuk stasiun radio pantai, termasuk para nelayan, termasuk para masyarakat yang di sekitar pesisir, warga pesisir pesisir di sekitar Lampung, dan hingga saat ini belum ada tanda-tanda disampaikan di informasi tersebut," ucapnya.

Sebelumnya, Tim SAR gabungan mendapat laporan penemuan jenazah di Pulau Enggano, Bengkulu, pada 12 September atau hari kelima pencarian. Namun, saat itu belum bisa dipastikan apakah jenazah tersebut terkait dengan salah satu korban hilang kontak kapal Arupadatu I.

Tes DNA pun dilakukan oleh tim forensik yang memakan waktu hingga 10 hari hingga hasilnya keluar.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki sebelumnya menyampaikan bahwa kepastian identitas tersebut diperoleh setelah tim Disaster Victim Investigation (DVI) Pusdokkes Polri melakukan pemeriksaan dan pencocokan data DNA secara mendalam.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, secara genetik dengan kode PM/62/P.Enggano/01, teridentifikasi sebagai Sukarman, ABK kapal yang merupakan ayah biologis dari Yayan (anak)," kata Hengki.

Sementara itu, nasib lima jurnalis serta dua ABK yang masih hilang hingga saat ini belum bisa dipastikan. Hengki mengatakan keberadaan kapal yang membawa mereka juga belum diketahui.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com