Suara.com - Memasuki 20 tahun perjalanan, Primaya Hospital Group terus memperkuat perannya dalam menghadirkan layanan kesehatan berbasis clinical excellence sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Primaya Fair 2026, yang resmi dibuka hari ini di Main Atrium, AEON Mall BSD City dengan tema “20 Years of Excellence, Care That Matters to You”.
Pembukaan ini dihadiri oleh dr. Yanti Herman, SH, MH. Kes, Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dr. dr. Hj. Ati Pramudji Hastuti, MARS, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten didampingi oleh Leona A. Karnali, CEO Primaya Hospital Group.
dr. Yanti Herman, SH, MH. Kes, Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengatakan Primaya Fair sejalan dengan perubahan peran rumah sakit yang tidak hanya memberikan pelayanan ketika masyarakat sakit, tetapi juga berperan dalam menjaga masyarakat tetap sehat.
“Rumah sakit tidak hanya melayani masyarakat yang sakit, tetapi juga bagaimana masyarakat tetap sehat. Primaya Fair menjadi salah satu kanal untuk edukasi kesehatan. Jadi, dari hospital care kita bergerak menjadi healthcare,” ujar dr. Yanti.
Menurutnya, penguatan layanan unggulan rumah sakit juga membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat medical tourism dan menunjukkan kemampuan layanan kesehatan nasional kepada masyarakat internasional.
“Kita ingin menunjukkan bahwa rumah sakit di Indonesia memiliki kemampuan dan layanan yang tidak kalah dengan negara lain. Primaya Hospital memiliki potensi untuk memperkenalkan layanan unggulannya kepada masyarakat internasional, termasuk melalui expo kesehatan di luar negeri,” lanjutnya.
Sementara itu, Dr. dr. Hj. Ati Pramudji Hastuti, MARS, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, melihat Banten memiliki posisi strategis dalam pengembangan layanan kesehatan dan medical tourism. Kehadiran Primaya Hospital BSD dinilai dapat turut memperkuat akses dan layanan kesehatan bagi masyarakat di Banten dan sekitarnya.
“Primaya Fair bisa menjadi role model bagaimana rumah sakit menghadirkan edukasi kesehatan yang dikemas secara menarik dan menjangkau masyarakat lebih luas. Upaya promotif dan preventif seperti ini perlu terus digalakkan untuk mewujudkan Banten yang sehat,” ujarnya..
Memasuki dua dekade perjalanan, Primaya kini hadir melalui 20 rumah sakit dan telah melayani 16 juta pasien di Indonesia. Bagi Leona A. Karnali, CEO Primaya Hospital Group, pencapaian tersebut merupakan bagian dari perjalanan membangun kepercayaan masyarakat.
“20 tahun bukan hanya tentang angka. Ini tentang kepercayaan. Tentang pasien yang datang membawa harapan, keluarga yang mencari kepastian, dan dokter, tenaga kesehatan, serta seluruh Primayan yang setiap hari memberikan yang terbaik,” ujar Leona.
Leona menegaskan, excellence bagi Primaya bukan hanya tentang teknologi dan fasilitas, tetapi bagaimana knowledge, expertise, technology, dan experience digunakan untuk menghasilkan outcome yang benar-benar berarti bagi pasien. Sementara care diwujudkan dengan membantu masyarakat mengenali kesehatan lebih awal, memahami risiko, dan mengambil langkah untuk hidup lebih sehat.
Melalui Primaya Fair 2026, masyarakat dapat mengikuti 20 Health Talk, mengenal delapan Centers of Excellence, serta mendapatkan berbagai pilihan pemeriksaan kesehatan. “Kami ingin terus berkontribusi dalam penguatan health tourism di Indonesia, dengan menghadirkan clinical expertise, teknologi, dan layanan yang dapat menjadi pilihan masyarakat di dalam negeri,” kata Leona.
Ke depan, Primaya juga mempersiapkan Primaya Hospital BSD sebagai rumah sakit ke-21, sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas dan lebih dekat dengan kebutuhan mereka. ***