Muncul Dua Gumuk Dekat Anak Krakatau, Badan Geologi Minta Warga Jaga Jarak

Jum'at, 25 September 2026 | 12:58 WIB
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Rabu (9/9/2026). [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/YU]
BACA 10 DETIK
  • Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus selama 25 jam pada tanggal 4 hingga 6 September 2026.
  • Erupsi tersebut menghasilkan endapan material piroklastik dan aliran lava yang menambah daratan seluas 32,8 hektare.
  • Kepala PVMBG Rita Susilawati mengimbau masyarakat agar tidak mendekati area daratan baru dalam radius 1 kilometer.

Suara.com - Erupsi menerus Gunung Anak Krakatau pada awal September 2026 menyebabkan penambahan daratan di tubuh gunung api tersebut. Berdasarkan evaluasi citra satelit Sentinel, luas daratan yang bertambah mencapai 32,8 hektare.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM Rita Susilawati secara tegas meminta masyarakat tidak mendekati daratan tersebut.

"Untuk keselamatan, masyarakat diimbau untuk tidak mendekat pada radius 1 km dari lokasi kedua gumuk pulau yang terlihat di dekat GAK," kata Rita dalam pernyataannya, Jumat (25/9/2026).

Ia menjelaskan bahwa kemunculan daratan tersebut akibat pengendapan material piroklastik dan aliran lava hasil erupsi Gunung Anak Krakatau pada 4 - 6 September 2026.

Erupsi terus menerus itu menjadi pemicu perubahan bentang daratan tersebut berlangsung selama sekitar 25 jam. Berdasarkan catatan Badan Geologi, episode erupsi dimulai pada 4 September 2026 pukul 23.07 WIB dan berakhir pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB.

Selain penambahan daratan pada tubuh gunung, citra satelit Sentinel juga memperlihatkan dua gumuk kecil yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Satu gumuk terdeteksi di sebelah barat laut, sedangkan gumuk lainnya berada di sebelah tenggara tubuh gunung api.

Kemunculan kedua gumuk tersebut masih menjadi perhatian Badan Geologi. Kondisinya akan diperiksa lebih lanjut melalui pencocokan citra satelit sebelum dan setelah erupsi serta verifikasi langsung di lapangan.

Saat ini, status Gunung Anak Krakatau berada pada Level II atau Waspada. Badan Geologi sebelumnya menurunkan status aktivitas Gunung Anak Krakatau dari Level III atau Siaga menjadi Level II Waspada pada 21 September 2026 setelah aktivitas vulkanik menunjukkan kecenderungan menurun.

Meski status telah diturunkan, masyarakat tetap diminta mematuhi rekomendasi keselamatan yang berlaku.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com