Muncul Daratan Seluas 32,8 Hektare Dekat Anak Krakatau: Pulau Baru?

Jum'at, 25 September 2026 | 12:09 WIB
Daratan baru dekat Gunung Anak Krakatau [Istimewa]
BACA 10 DETIK
  • Badan Geologi melaporkan erupsi Gunung Anak Krakatau di Lampung terjadi selama sekitar 25 jam pada awal September 2026.
  • Erupsi menerus tersebut menghasilkan endapan material piroklastik dan aliran lava yang menambah luas daratan sebesar 32,8 hektare.
  • Badan Geologi berencana melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan karakteristik dua gumuk baru yang terpantau melalui citra satelit.

Suara.com - Badan Geologi mengungkap adanya penambahan daratan pada tubuh Gunung Anak Krakatau, Lampung, setelah gunung api tersebut mengalami erupsi menerus selama sekitar 25 jam pada awal September 2026.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM Rita Susilawati mengatakan, penambahan daratan tersebut terdeteksi melalui evaluasi citra satelit Sentinel.

"Berdasarkan citra satelit Sentinel yang telah dievaluasi Badan Geologi, terlihat penambahan daratan pada tubuh Gunung Anak Krakatau di sektor barat laut-barat-barat daya," kata Rita.

Menurut dia, penambahan daratan tersebut merupakan dampak dari pengendapan material piroklastik dan aliran lava yang dihasilkan selama erupsi menerus pada 4-6 September 2026.

Badan Geologi menghitung luas daratan baru yang terbentuk pada tubuh Gunung Anak Krakatau mencapai sekitar 32,8 hektare.

Erupsi menerus tersebut berlangsung sejak 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga 6 September 2026 pukul 00.04 WIB atau sekitar 25 jam. Dalam laporan sebelumnya, Badan Geologi menyebut erupsi tersebut menghasilkan aliran lava ke arah barat laut, barat hingga barat daya dari pusat erupsi.

Rita menjelaskan, material hasil erupsi kemudian mengendap dan membentuk tambahan daratan pada bagian tubuh Gunung Anak Krakatau.

Selain penambahan daratan pada tubuh utama gunung api, citra satelit juga memperlihatkan adanya dua gumuk kecil yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Namun, keberadaan kedua gumuk tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Badan Geologi tengah mencocokkan citra satelit sebelum dan sesudah erupsi untuk mengetahui perubahan bentuk dan kondisi wilayah tersebut.

Verifikasi lapangan juga akan dilakukan untuk memastikan karakteristik serta proses terbentuknya kedua gumuk yang terlihat seperti pulau kecil tersebut.

"Sekali lagi ini masih dugaan, yamg perlu dikonfirmasi melalui pengecekan lapangan. Badan Geologi akan mencocokkan citra satelit sebelum dan sesudah erupsi serta melakukan verifikasi lapangan," tegasnya

Sementara itu, Badan Geologi mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti rekomendasi keselamatan yang berlaku untuk Gunung Anak Krakatau.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com