-
Timnas Indonesia turun ke peringkat 119 FIFA meski menang 2-0 atas Singapura.
-
Lompatan 10,72 poin milik Togo di Kualifikasi Piala Afrika resmi menggeser posisi Indonesia.
-
Skuad Garuda berpeluang memperbaiki peringkat saat berlaga melawan Malaysia di Stadion GBK.
Suara.com - Kemenangan 2 gol tanpa balas atas Singapura belum cukup mengamankan posisi Timnas Indonesia di jajaran ranking FIFA. Ranking FIFA Timnas Indonesia justru turun jelang lawan Timnas Malaysia, Senin (28/9/2026).
Perolehan bobot poin yang minim dari ajang regional membuat posisi Skuad Garuda justru tersalip oleh negara Afrika. Kalkulasi poin laga resmi menunjukkan bahwa tambahan angka dari turnamen antarnegara Asia Tenggara tidak memberikan pengaruh besar pada pemeringkatan global. Kondisi ini membuat keunggulan tipis Indonesia langsung runtuh ketika negara rival di papan tengah meraih hasil positif.
Tambahan 4,12 poin dari Stadion Gelora Bung Karno belum mampu membendung lonjakan angka milik Togo. Negara tersebut berhasil meraih poin penuh dalam laga kualifikasi benua yang memiliki bobot penilaian lebih tinggi.
Hasil tersebut memaksa posisi Indonesia merosot ke urutan 119 dunia dengan total 1.161,17 poin. Tim Merah Putih kini berada tepat di bawah Togo yang mengoleksi 1.163,48 poin.
Skuad asuhan John Herdman sebenarnya sempat mengintip posisi 117 dunia sesaat setelah laga perdana usai. Namun pergerakan dinamis pada papan peringkat FIFA langsung mengubah peta persaingan dalam hitungan jam.
Penurunan posisi ini terjadi akibat perbedaan bobot kompetisi yang dimainkan oleh masing-masing negara pada kalender pertandingan resmi. Togo berhasil mengantongi tambahan 10,72 poin usai menaklukkan Burundi 1-0 di ajang Kualifikasi Piala Afrika 2027.
Kemenangan dalam kualifikasi tingkat benua memberikan distribusi poin jauh lebih masif dibandingkan laga di turnamen regional Asia Tenggara. Alhasil, lonjakan angka signifikan milik Togo langsung menggeser posisi Indonesia dari tangga ke-118.
Kondisi persaingan di papan tengah peringkat FIFA memang tergolong sangat ketat dengan selisih poin yang amat tipis. Situasi ini membuat perubahan posisi dapat terjadi secara instan bergantung pada hasil pertandingan kompetitor lain.
Peluang untuk memperbaiki posisi kini terbuka lebar saat Indonesia bersiap menghadapi laga berikutnya. Kemenangan atas kompetitor terdekat menjadi harga mati untuk mendongkrak kembali peringkat tim nasional.
Stadion Gelora Bung Karno Jakarta kembali menjadi saksi perjuangan Skuad Garuda pada laga fase grup lanjutan. Pertandingan sengit menghadapi Malaysia dijadwalkan berlangsung pada Senin (28/9).
Di panggung sepak bola global, Spanyol masih berdiri kokoh di puncak hierarki peringkat resmi FIFA. Sang juara dunia mempertegas dominasinya lewat performa konsisten di kompetisi Eropa.
Langkah impresif Matador berlanjut usai memetik kemenangan ketat 3-2 atas Inggris dalam ajang UEFA Nations League. Hasil tersebut semakin mengukuhkan posisi Spanyol di takhta tertinggi sepak bola dunia.
Peristiwa merosotnya posisi Indonesia ini menjadi latar belakang penting mengenai pentingnya efektivitas pengumpulan poin di setiap agenda FIFA. Meski baru saja mengalahkan Singapura 2-0 pada Jumat (25/9) malam, tipisnya bobot nilai kemenangan membuat posisi tim nasional rentan tergeser.
Fokus kini tertuju pada laga kontra Malaysia untuk membalikkan keadaan di daftar peringkat dunia. Kemenangan pada laga derby kawasan tersebut diharapkan mampu menghasilkan tambahan poin yang lebih berdampak bagi Indonesia.