- Gubernur Pramono Anung resmi menyetujui proyek peremajaan kawasan Blok M di Balai Kota.
- PT MRT Jakarta berkolaborasi dengan pengembang besar untuk melaksanakan peletakan batu pertama proyek fisik dalam waktu dekat.
- Pemerintah menargetkan penataan kawasan terpadu ini mampu memperbaiki ekonomi lokal dan menarik kunjungan wisatawan ke ibu kota.
Suara.com - Kawasan legendaris Blok M di Jakarta Selatan segera bersolek melalui proyek penataan besar hasil kolaborasi pemerintah dan pihak swasta.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan rancangan peremajaan kawasan berbasis transportasi publik tersebut telah resmi mengantongi persetujuannya.
Kepastian pembenahan kawasan transit itu disampaikan langsung oleh orang nomor satu di Jakarta tersebut di Balai Kota, Kamis (1/10/2026).
“Pemerintah DKI Jakarta melalui MRT akan melakukan kerja sama dengan salah satu developer besar. Kemarin desainnya sudah disampaikan dalam rapat, dan saya sebagai Gubernur telah memberikan persetujuan,“ ujar Pramono.
Sinergi strategis ini digarap oleh PT MRT Jakarta bersama salah satu pengembang berskala besar guna menyulap kawasan tersebut menjadi lebih rapi dan modern.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun menargetkan tahapan peletakan batu pertama proyek fisik itu terlaksana dalam kurun waktu dekat.
“Mudah-mudahan, apakah dalam minggu ini atau minggu depan, kami akan mulai groundbreaking untuk itu. Sehingga dengan demikian, Blok M itu akan menjadi kawasan yang lebih teratur, terstruktur, terencana, dan mudah-mudahan secara ekonomi akan membawa perbaikan untuk kawasan itu,“ kata Pramono.
Langkah peremajaan Blok M rupanya menjadi tapak awal dari agenda besar pemerintah dalam memoles sejumlah kawasan ikonis lainnya di ibu kota.
Usai merampungkan kawasan selatan Jakarta tersebut, konsentrasi pembenahan bertahap akan digeser menuju Pasar Baru, Glodok Pancoran, hingga berakhir di Kota Tua.
Seluruh ikhtiar penataan kawasan terpadu itu diorientasikan untuk membangun daya pikat baru bagi para pelancong yang singgah ke Jakarta.
“Supaya semua tempat itu menjadi hub baru bagi Jakarta untuk menerima para turis atau wisatawan yang ingin berkunjung ke Jakarta,“ ucap Pramono.
Kehadiran ruang kota yang tertata rapi ini diharapkan mampu memantik geliat ekonomi warga, sekaligus mempertegas posisi Jakarta sebagai destinasi wisata kelas dunia.