Bus Transjakarta Jadi Tempat 'Nginep' Tunawisma: Penumpang Keluhkan Bau Pesing

Selasa, 22 September 2026 | 10:11 WIB
Warga antre menaiki bus Transjakarta di Terminal Blok M, Jakarta, Kamis (9/7/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • Warganet mengeluhkan bau pesing akibat tunawisma yang menggunakan bus malam Transjakarta Koridor 8 untuk berteduh.
  • PT Transjakarta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para pelanggan.
  • Transjakarta berkoordinasi dengan Dinsos DKI Jakarta dan memperketat pengawasan lapangan untuk mengatasi masalah tersebut.

Suara.com - Layanan bus malam Transjakarta Koridor 8 menjadi sorotan setelah muncul fenomena tunawisma yang memanfaatkan armada sebagai tempat berteduh hingga larut malam.

Fenomena tersebut mencuat setelah seorang warganet mengeluhkan aroma tak sedap dan bau pesing dari sejumlah orang yang duduk di pojokan bus setelah tengah malam.

Koridor 8 rute Pasar Baru-Lebak Bulus disebut menjadi salah satu lokasi yang dimanfaatkan untuk beristirahat. Rute ini memiliki lintasan panjang dan penumpang tidak diwajibkan melakukan tap out di halte ujung.

Dengan satu kali pembayaran, penumpang dapat menggunakan layanan bus untuk perjalanan berikutnya sesuai mekanisme layanan yang berlaku.

Kondisi tersebut kemudian dimanfaatkan sebagian tunawisma untuk berlindung dari dinginnya malam di jalanan Jakarta.

Fenomena yang terlihat di sekitar Halte Pasar Baru dan armada bus tersebut kemudian mendapat perhatian dari PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).

Pada Selasa (22/9/2026), Transjakarta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan di rute tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi setiap masukan dan laporan dari pelanggan. Kenyamanan, keamanan, serta kebersihan layanan di dalam bus dan halte adalah komitmen utama kami,“ ujar Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transjakarta, Ayu Wardhani dalam keterangannya.

Transjakarta mengakui pemanfaatan fasilitas transportasi oleh tunawisma menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan khusus.

“Hal ini menjadi fenomena baru yang langsung kami tanggapi secara serius,“ lanjut Ayu.

Transjakarta kini berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta untuk menangani warga telantar secara humanis dengan tetap memperhatikan martabat mereka.

Di sisi lain, peningkatan kebersihan armada dan halte secara berkala terus dilakukan untuk menjaga kenyamanan seluruh pelanggan, termasuk pengguna layanan pada malam hari.

“Saat ini, kami sedang menyiapkan SOP penanganan yang lebih adaptif, seraya menginstruksikan pengetatan pengawasan oleh petugas di lapangan,“ tandas Ayu.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com