- Komjen Pol Suyudi Ario Seto merupakan menantu dari mantan Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Nurfaizi Suwandi.
- Nurfaizi memimpin Polda Metro Jaya saat menangani kasus besar seperti bom Bursa Efek Jakarta dan Kedutaan Besar Malaysia tahun 2000.
- Nurfaizi juga terlibat dalam penanganan kasus Andi Arief tahun 1998 serta penangkapan tersangka kasus Buloggate Soewondo tahun 2000.
Suara.com - Perjalanan Komjen Pol Suyudi Ario Seto menuju kursi Kapolri turut menyorot sosok yang selama ini berada di belakang perjalanan kariernya.
Suyudi diketahui merupakan menantu Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Nurfaizi Suwandi, mantan Kapolda Metro Jaya yang pernah berada di jajaran penting reserse Polri.
Nama Nurfaizi bukan sosok asing dalam sejarah penanganan sejumlah perkara besar pada era 1990-an hingga awal 2000-an.
Salah satu perkara yang paling menonjol terjadi pada 2000 ketika Nurfaizi menjabat Kapolda Metro Jaya.
Pada periode tersebut, Jakarta diguncang sejumlah ledakan, termasuk bom di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Kedutaan Besar Malaysia.
Selain perkara teror bom, nama Nurfaizi juga tercatat dalam penanganan kasus Andi Arief pada 1998 ketika ia berada di jajaran pimpinan reserse Polri.
Bom Bursa Efek Jakarta
Salah satu perkara yang paling kuat mengaitkan Nurfaizi dengan penanganan kasus besar adalah bom Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada 13 September 2000.
Polda Metro Jaya kemudian menangkap Iwan Setiawan alias Husen yang disebut mengaku terlibat dalam sejumlah aksi peledakan, termasuk bom BEJ dan bom Kedutaan Besar Malaysia.
Beberapa bulan kemudian, enam tersangka kasus bom BEJ diserahkan Tim Koneksitas Polda Metro Jaya kepada Kejaksaan Tinggi Jakarta.
Mereka adalah Tengku Ismuhadi, Nuryadin, Ibrahim Abdul Manaf, Iwan Setiawan, Sersan Irwan dan Kopral Ibrahim Hasan.
Bom Kedutaan Besar Malaysia
Sebelum ledakan BEJ, Jakarta juga diguncang bom di Kedutaan Besar Malaysia pada 27 Agustus 2000.
Saat penangkapan Iwan Setiawan, polisi menyebut adanya pengakuan tersangka mengenai keterlibatannya dalam peledakan Kedutaan Besar Malaysia dan Bursa Efek Jakarta.
Posisi Nurfaizi sebagai Kapolda Metro Jaya menempatkannya di pucuk kepemimpinan institusi yang menangani pengungkapan perkara tersebut.