Fokus Kapolri Baru Jenderal Suyudi: Dekat Rakyat, Berantas Judol dan Narkoba

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:25 WIB
Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto (kiri) dan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo (kanan) menjawab pertanyaan wartawan saat jumpa pers setelah acara pelantikan kapolri baru di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). ANTARA/Genta Tenri Mawangi
BACA 10 DETIK
  • Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto dilantik oleh Presiden Prabowo sebagai Kapolri di Istana Negara pada 1 Oktober 2026.
  • Kapolri baru memprioritaskan konsolidasi internal, peningkatan layanan publik, serta pelaksanaan program Polisi Bersama Masyarakat.
  • Presiden menginstruksikan Kapolri untuk menindak tegas kasus narkotika, penyelundupan, judi online, serta kejahatan yang meresahkan warga.

Suara.com - Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto, yang baru dilantik di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026), mengungkap prioritas kerjanya sebagai pimpinan Polri yang baru, di antaranya konsolidasi internal Polri, peningkatan layanan publik, dan memastikan polisi dekat dengan masyarakat.

Walaupun demikian, Suyudi menjelaskan bahwa dia akan belanja masalah ke seluruh divisi di internal Polri untuk memetakan masalah yang perlu diselesaikan dengan cepat.

"Tentunya kami akan mengedepankan upaya-upaya peningkatan pelayanan publik ya, kemudian juga penegakan hukum yang adil, dan juga kami berupaya untuk bisa lebih dekat dengan masyarakat sesuai dengan apa yang menjadi program kerja kami, yaitu Polisi Bersama Masyarakat," kata Suyudi menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui selepas acara pelantikan di Istana Negara, Jakarta.

Suyudi melanjutkan polisi sejatinya harus selalu dekat dengan masyarakat serta memberikan jawaban atas kesulitan-kesulitan dan masalah yang dihadapi oleh masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menjelaskan reformasi internal yang akan dia kerjakan di tubuh Polri.

"Kami akan melihat, kami akan mencoba belanja masalah dan juga akan melakukan langkah-langkah yang kami anggap penting ya menjadi prioritas kami. Tentunya dalam kerangka harkamtibmas (pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat) dan juga sesuai dengan grand strategy Polri," ujarnya.

Strategi besar reformasi Polri yang disebut Suyudi itu, dia melanjutkan tertuang dalam peta jalan (road map) kebijakan yang dikerjakan dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

Kemudian, terkait instruksi khusus dari Presiden Prabowo kepada dirinya, Suyudi menyampaikan Presiden menekankan beberapa kejahatan yang harus menjadi sorotan, seperti narkotika, penyelundupan, judi online (judol), dan aksi-aksi yang meresahkan masyarakat.

Suyudi dilantik oleh Presiden Prabowo sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, yang pada Kamis hari ini juga dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com