IPW Sebut Pelaku Kekerasan Demo 27 Agustus Bukan Polisi: Ada Pihak yang Ingin Jatuhkan Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:52 WIB
Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso. (Suara.com/Faqih)
BACA 10 DETIK
  • IPW menyatakan bahwa pelaku kekerasan dalam demonstrasi 27 Agustus 2026 bukan berasal dari kepolisian.
  • Korban insiden kericuhan tersebut adalah seorang pedagang bernama Bambang Setiawan yang meninggal dunia serta seorang remaja mengalami luka.
  • Hasil investigasi gabungan media justru menemukan indikasi kemiripan pelaku kekerasan dengan petugas yang menjaga demonstrasi.

Suara.com - Indonesia Police Watch (IPW) menanggapi soal kekerasan yang diduga dilakukan oleh pihak kepolisian dalam aksi demonstrasi 27 Agustus 2026 yang berujung ricuh.

Akibat kekerasan tersebut, satu orang warga Pejompongan yang juga penjual cermin, Bambang Setiawan (59) meninggal dunia. Kemudian, satu remaja bernama Faturohman (18) mengalami luka.

Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso, meyakini pelaku tersebut bukan pihak kepolisian. Hal itu, lanjut Sugeng, mendasar pada hasil investigasi yang dilakukan oleh pihaknya.

“IPW telah investigasi, pelaku kekerasan, itu bukan polisi,” kata Sugeng kepada Suara.com, saat dikonfirmasi, Kamis (1/10/2026).

Sama seperti pihak kepolisian, Sugeng mengatakan hasil investigasi IPW merupakan pelaku kekerasan yang kekinian yang saat ini sudah dijadikan tersangka.

Namun, lanjut Sugeng, Polri memang tidak spesifik menyebut kelompok tersebut berasal dari mana. Sebab, polisi hanya fokus penanganan tindak pidana.

Polda Metro Jaya menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus pengeroyokan yang menewaskan Bambang Setiawan saat kerusuhan 27 Agustus 2026 di Pejompongan. [Suara.com/Adiyoga]

Sugeng juga menilai, jika penanganan aksi demonstrasi Agustus tahun ini sama dengan penanganan demonstrasi tahun lalu.

Sugeng menyebut, ada pihak penegak hukum lain yang ingin mencoba mencoreng institusi Polri lewat tindakan kekerasan.

“Ada pihak-pihak lain yang ingin menjatuhkan Polri, seperti tahun lalu,” ucap Sugeng.

Seperti diberitakan sebelumnya, hasil investigasi kolaborasi yang dilakukan oleh Project Murtatuli, Suara.com, dan BBC News, menemukan indikasi kesamaan pelaku kekerasan Bambang Setiawan dan Fatur, saat aksi 27 Agustus.

Hasil investigasi berdasarkan rekaman dan foto-foto beredar di sosial media menunjukkan kemiripan dugaan pelaku kekerasan dengan petugas yang sebelumnya melakukan penjagaan demonstrasi depan Gedung DPR RI.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com