Update Kebakaran Trans Home: Asap Masih Mengepul, Ratusan Kendaraan Pegawai Terbakar

Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:14 WIB
Kebakaran di Trans Home, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). (ist)
BACA 10 DETIK
  • Petugas pemadam kebakaran dan kepolisian masih melakukan pendinginan serta menangani kepulan asap hitam di basement Trans Home, Sleman, pada Jumat (2/10/2026).
  • Kebakaran hebat di toko bahan bangunan tersebut menghanguskan ratusan sepeda motor pegawai dan menyebabkan dua korban perempuan meninggal dunia.
  • Kepolisian memasang garis polisi di lokasi kejadian dan menunggu kedatangan tim Labfor Semarang guna menyelidiki penyebab pasti kebakaran.

Suara.com - Upaya pemadaman dan pendinginan akibat kebakaran hebat yang melanda toko bahan bangunan dan elektronik Trans Home di Jalan Jogja-Solo, Kalurahan Kalitirto, Kapanewon Berbah, Sleman, DIY masih berlangsung. 

Petugas pemadam kebakaran serta pihak kepolisian setempat fokus menangani asap hitam pekat yang masih mengepul dari bagian basement gedung.

"Jadi memang belum tahu penyebabnya yang di bawah kok belum bisa hilang terkait dengan asapnya itu loh. Nah, kalau perkiraan tadi, mungkin ada barang seperti karet yang memang di bawah yang memang sudah terbakar," kata Kapolsek Berbah, AKP Fitriano Heri Nugroho saat dihubungi, Jumat (2/10/2026).

Heri menuturkan telah memasang garis polisi (police line) di area sebelah selatan gedung untuk mengamankan lokasi. Ia membenarkan ada sekitar ratusan kendaraan bermotor milik pegawai yang hangus terbakar. 

"Iya, betul (sekitar ratusan motor terbakar). Ini makanya yang di sebelah selatan itu kendaraan-kendaraan dari pegawainya yang belum sempat diamankan, karena memang sudah terbakar habis," ujarnya. 

Penjagaan masih akan terus dilakukan sambil menunggu proses pendinginan usai dan menantikan kedatangan tim Laboratorium Forensik (Labfor) dari Semarang untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran.

Disampaikan Heri, proses pemadaman di lapangan saat ini mengandalkan armada dari Damkar Sleman yang dibantu oleh tangki pengisian ulang air dari PMI. 

Meski air telah diguyurkan dalam jumlah besar sejak malam hari, titik api diduga masih bertahan di area basement yang sulit diakses oleh petugas.

Titik apinya mungkin di dalam, di basement yang dalam. Asap hitam aja (yang terlihat) bahkan gini, sudah semalam diguyur banyak pun masih heran juga dari Damkar, kok masih ada keluar asap hitamnya," tuturnya.

Polisi belum dapat memperkirakan estimasi kerugian akibat peristiwa ini.

Sebelumnya, insiden kebakaran ini dilaporkan telah memakan dua korban jiwa berjenis kelamin perempuan, yaitu berinisal W dan S. Kedua korban ditemukan oleh tim evakuasi dalam kondisi tidak bernapas di area tangga lantai tiga gedung tersebut.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com