- Gempa bumi bermagnitudo 6,1 mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya pada hari Minggu pukul 06.55 Wita.
- Seorang warga lansia berusia 73 tahun di Kodi Utara meninggal dunia akibat mengalami shock saat gempa.
- Guncangan tersebut merusak sejumlah rumah warga serta satu sekolah dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Suara.com - Gempa bumi magnitudo 6,1 yang mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Minggu (4/10/2026) pagi, menyebabkan seorang lansia berusia 73 tahun meninggal dunia.
Korban merupakan warga wilayah Kodi Utara. Kapolsek Kodi Utara AKP Bernadus Bili Kandi mengatakan korban meninggal setelah mengalami shock saat gempa terjadi.
“Satu orang dilaporkan meninggal dunia di wilayah Kodi Utara. Korban adalah seorang lansia yang meninggal karena shock atau kaget saat gempa terjadi,” kata Bernadus saat dihubungi dari Kupang, Minggu sore.
Bernadus menjelaskan, korban sempat panik setelah melihat sejumlah anggota keluarganya berhamburan keluar rumah ketika gempa mengguncang wilayah tersebut.
Lansia tersebut kemudian ikut keluar rumah. Namun, beberapa menit kemudian korban tiba-tiba jatuh dan tidak sadarkan diri hingga akhirnya meninggal dunia.
Jenazah korban kemudian disemayamkan di rumahnya oleh pihak keluarga.
Selain menimbulkan korban jiwa, gempa juga dilaporkan menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan di Kodi Utara. Banyak rumah warga dan satu sekolah disebut mengalami kerusakan berat.
Namun, jumlah pasti bangunan yang terdampak masih dalam pendataan oleh petugas.
“Kita belum bisa pastikan data kerusakan. Tim BPBD dan anggota juga masih lakukan pendataan lebih lanjut sejak pagi tadi,” ujar dia.
Gempa magnitudo 6,1 tersebut terjadi pada Minggu sekitar pukul 06.55 Wita. Pusat gempa berada di laut, sekitar 14 kilometer barat daya Kodi, Sumba Barat Daya, dengan kedalaman 10 kilometer.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
“Pusat gempa berada di laut, 14 km barat daya Kodi, Sumba Barat Daya, dengan kedalaman 10 km pada koordinat 9,70 LS-118,92 BT. Gempa dilaporkan tidak berpotensi tsunami,” ujar Berton dalam keterangannya.
Guncangan gempa dirasakan kuat selama kurang lebih satu menit di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Sumba Barat, hingga Kabupaten Manggarai Barat.
BNPB sebelumnya melaporkan kondisi masyarakat masih kondusif. BPBD bersama petugas terkait terus melakukan pemantauan dan pendataan dampak gempa di lapangan.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan. Warga juga diminta mengutamakan informasi dari instansi resmi.
Apabila terjadi gempa susulan, masyarakat diminta menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan. Warga juga diminta sementara waktu tidak berada di sekitar tepi pantai.