- PT KAI mempercepat integrasi Stasiun Karet dan Sudirman Baru untuk mengakomodasi lonjakan penumpang komuter harian.
- Lonjakan aktivitas penumpang mencapai 251,45 persen di Stasiun Sudirman Baru sepanjang September 2026.
- Seluruh pekerjaan integrasi fisik dan fasilitas pendukung ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026.
Suara.com - Lonjakan aktivitas penumpang di Stasiun Sudirman Baru mendorong PT Kereta Api Indonesia (Persero) mempercepat integrasi dengan Stasiun Karet, Jakarta Pusat.
Fasilitas penghubung ini disiapkan untuk menyesuaikan kebutuhan mobilitas komuter yang kini terpusat di Sudirman Baru.
Sepanjang September 2026, aktivitas harian di Stasiun Sudirman Baru melonjak 251,45 persen setelah layanan naik dan turun pelanggan Commuter Line Jabodetabek dialihkan dari Stasiun Karet sejak 1 September 2026.
Rata-rata pergerakan penumpang di Sudirman Baru mencapai 21.547 per hari. Pada hari kerja, angkanya bahkan menembus lebih dari 26 ribu pergerakan setiap hari.
“Data ini menunjukkan pelanggan mulai menyesuaikan pola perjalanannya sejak pelayanan dipusatkan di Sudirman Baru,” terang Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam keterangannya dikutip Selasa (6/10/2026).
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan KAI mempercepat pembangunan akses penghubung antara Stasiun Karet dan Sudirman Baru.
Bulan ini, proyek memasuki fase konstruksi di area Karet dan perakitan perangkat travelator di Sudirman Baru.
“Pekerjaan konstruksi di area Karet terus berjalan. Pada saat yang sama, perangkat travelator sudah berada di Sudirman Baru dan masuk tahap perakitan,” ujar Anne.
Untuk memudahkan perpindahan penumpang, KAI menyiapkan satu unit travelator datar sepanjang 20 meter dan dua unit travelator vertikal.
Penataan koridor pejalan kaki juga mencakup penambahan eskalator akses, kanopi selasar di sisi Kendal, lanskap stasiun, serta titik drop-off kendaraan lanjutan di kawasan Karet.
”KAI terus mengawal setiap tahapan pekerjaan agar fasilitas penghubung ini nantinya dapat mendukung akses pelanggan antara kawasan Karet dan Sudirman Baru,” kata Anne.
Menurut KAI, perubahan pola perjalanan pelanggan menjadi salah satu acuan dalam penataan fasilitas. Kenaikan aktivitas terbesar terjadi pada Commuter Line Jabodetabek, sementara mobilitas Commuter Line Bandara relatif stabil.
“Karena itu, penataan fasilitas diarahkan mengikuti kebutuhan perjalanan yang saat ini terbentuk di lapangan,” jelas Anne.
Seluruh pekerjaan integrasi fisik Stasiun Karet dan Stasiun Sudirman Baru ditargetkan rampung pada 31 Desember 2026.
“Progres konstruksi dan perakitan travelator terus berjalan, sementara pola perjalanan pelanggan terus kami evaluasi selama masa integrasi,” pungkasnya.