Update Ledakan Pakuwon City Surabaya, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:30 WIB
Ledakan keras di Ruko San Antonio Surabaya melukai lima orang dan merusak puluhan bangunan. (Antara)
BACA 10 DETIK
  • Ledakan di Ruko San Antonio Surabaya melukai lima orang dan merusak 20 bangunan.

  • Seluruh korban luka kini menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

  • Petugas memasang garis polisi dan masih menyelidiki penyebab pasti sumber ledakan tersebut.

Suara.com - Insiden ledakan hebat mengguncang kawasan bisnis Pakuwon City Surabaya dan memaksa seluruh korban luka mendapatkan penanganan darurat secara intensif. Peristiwa Selasa pagi ini merusak puluhan unit tempat usaha serta kendaraan yang terparkir di sekitar lokasi kejadian.

Skenario evakuasi medis sempat mengalami penyesuaian cepat demi memberikan perawatan terbaik bagi para korban. Pihak berwenang langsung memindahkan seluruh korban terdampak menuju rumah sakit rujukan utama di Kota Surabaya.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya Tito di Surabaya, Selasa, mengatakan para korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

RSUD Dr Soetomo Surabaya mulai menerima dan menyiagakan ruang perawatan bagi korban ledakan LPG Pakuwon City. (Antara)

"Untuk korban sudah dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan awal," katanya.

Fasilitas kesehatan di sekitar lokasi kejadian awal mulanya menjadi penampung pertama para korban. Empat warga sempat dilarikan menuju RS Haji Surabaya, sedangkan satu orang lainnya mendapatkan perawatan awal di RS Mitra Keluarga Kenjeran.

Tim Command Center Kota Surabaya memastikan seluruh korban kini sudah dialihkan ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Langkah pemindahan ini dilakukan agar tim medis bisa memberikan tindakan darurat yang lebih memadai.

Dentuman keras tersebut tercatat mulai menggetarkan area ruko pada pukul 07.11 WIB. Pusat insiden berada di kawasan San Antonio, tepatnya sepanjang Jalan Kalisari Utara I, Kecamatan Mulyorejo.

Dampak gelombang tekanan akibat ledakan menghancurkan fasilitas publik serta properti warga secara masif. Gelombang kejut merusak sedikitnya 20 bangunan sekitar dengan tingkat kerusakan bervariasi dari kategori ringan hingga berat.

Kerusakan juga menjangkau area parkir di sekeliling pusat titik ledakan. Sejumlah kendaraan bermotor milik warga dan pengunjung yang berada di lokasi ikut mengalami kerusakan fisik cukup parah.

Aparat gabungan dari BPBD dan kepolisian bertindak cepat dengan mengisolasi area bahaya menggunakan barikade khusus. Pemasangan garis polisi bertujuan menghalau warga mendekat demi mengantisipasi potensi risiko susulan.

"Untuk saat ini, petugas melaksanakan pemasangan 'police line' untuk menjaga jarak aman," kata Tito.

Tim gabungan juga menyisir setiap sudut reruntuhan untuk mencari petunjuk awal pencetus ledakan. Pemeriksaan mendalam dilakukan guna mengidentifikasi sumber pasti guncangan hebat tersebut.

Dugaan sementara yang beredar di lapangan mengarah pada salah satu unit tempat usaha di kompleks Ruko San Antonio. Meski begitu, otoritas terkait masih enggan berspekulasi dan belum merilis pernyataan resmi mengenai pemicunya.

Proses inventarisasi total kerugian serta tingkat kerusakan bangunan masih terus berjalan di bawah pengawasan ketat petugas. Kawasan Mulyorejo sendiri dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi dan permukiman padat di wilayah Surabaya Timur.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com