Kabut Asap Makin Parah, Anwar Ibrahim Telepon Prabowo Desak Indonesia Lakukan Ini

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:57 WIB
Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Dato' Seri Anwar Ibrahim di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/7). (foto: Biro Pers Sekretariat Preside).
BACA 10 DETIK
  • Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menghubungi Presiden Indonesia Prabowo Subianto untuk membahas krisis kabut asap lintas batas pada Kamis 8 Oktober.
  • Presiden Prabowo Subianto menyetujui langkah bersama setelah Malaysia menyatakan kesiapan kerja sama untuk mengatasi kabut asap berbahaya.
  • Pemerintah Malaysia meningkatkan operasi pembenihan awan dan meminta ASEAN mengadakan pertemuan menteri lingkungan hidup.

Suara.com - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menghubungi Presiden Indonesia Prabowo Subianto untuk membahas kondisi kabut asap yang semakin mengkhawatirkan di Malaysia.

Anwar mengatakan, kondisi tersebut sudah berada pada tahap yang membahayakan dan membutuhkan langkah bersama antara Malaysia dan Indonesia.

"Terkait kabut asap, memang berada pada tahap mengkhawatirkan. Saya sudah menghubungi Presiden Indonesia, Prabowo, dan beliau juga setuju untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan," kata Anwar seperti dikutip dari Berita Harian.

Menurut Anwar, pemerintah Malaysia telah menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama sejak beberapa pekan terakhir.

Ilustrasi suasana kota yang diselimuti kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). (Foto: Pexels/Anton Ivanov)

Hal itu dilakukan karena kabut asap dinilai semakin berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Pemerintah Malaysia juga meningkatkan operasi pembenihan awan (OPA) yang dilakukan Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) bersama sejumlah lembaga terkait.

"Kita meningkatkan hampir setiap hari operasi pembenihan awan oleh TUDM dan beberapa lembaga terkait, tetapi kondisinya masih mengkhawatirkan," ujar Anwar.

Meski upaya tersebut belum sepenuhnya mengatasi persoalan, Anwar memastikan pemerintah Malaysia akan kembali melakukan operasi serupa untuk mengurangi dampak kabut asap.

Selain berkoordinasi langsung dengan Prabowo, Anwar meminta Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan untuk menghubungi Sekretariat ASEAN.

Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong kembali pertemuan para menteri lingkungan hidup negara-negara ASEAN guna membahas persoalan kabut asap lintas batas.

"Kita akan mencoba lagi. Tadi saya sekali lagi meminta Menteri Luar untuk menghubungi Sekretariat ASEAN, jika memungkinkan mengadakan kembali pertemuan yang melibatkan para menteri terkait lingkungan hidup ASEAN," kata Anwar.

Kabut asap terus memburuk di sejumlah wilayah Malaysia. Hingga Kamis 8 Oktober waktu setempat, sebanyak 38 wilayah mencatat Indeks Pencemar Udara (IPU) dalam kategori tidak sehat.

Sejumlah wilayah bahkan mencatat angka yang cukup tinggi. Segamat menjadi daerah dengan IPU tertinggi, yakni 189, disusul Seremban 185 dan Nilai 184.

Kluang tercatat 181, Johan Setia 179, Rompin 177, sementara Larkin dan Pasir Gudang masing-masing berada di angka 175. Cheras juga mencatat IPU 174.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com