Veronica Tan Dorong 20 Ribu Kebun Pangan Perempuan untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:26 WIB
Veronica Tan, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dalam acara Inception Workshop GEF Small Grants Programme (SGP) Indonesia Fase Operasional Kedelapan (OP8), Kamis, (8/10). Sumber: Dok pribadi/Inesia Dian.

Suara.com - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan menargetkan pembentukan 20.000 Kebun Pangan Perempuan dalam tiga tahun. Program ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan akses perempuan terhadap lahan dan sumber daya produktif.

Veronica mengatakan, perempuan di berbagai desa telah mengembangkan kelompok usaha, termasuk kelompok kopi. Namun, inisiatif tersebut kerap terkendala keterbatasan akses terhadap lahan, air, dan layanan dasar yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha.

“Perempuan tidak mendapatkan akses lahan, perempuan tidak mendapatkan air,” kata Veronica dalam Inception Workshop Launch of the Eighth Operational Phase (2025–2029) Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP), Kamis (8/10/2026).

Menurut Veronica, Kebun Pangan Perempuan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Program ini juga diharapkan menjadi ruang bagi perempuan untuk membangun komunitas, mengembangkan keterampilan, dan memperkuat posisi mereka dalam kehidupan sosial maupun ekonomi.

“Ketika perempuan berjalan sendiri, dia mendapatkan stigma,” ujarnya.

Melalui komunitas, Veronica menilai perempuan dapat membangun daya tawar yang lebih kuat. Karena itu, program tersebut diarahkan untuk membentuk 20.000 komunitas perempuan melalui pengembangan kebun pangan dalam tiga tahun.

Veronica mencontohkan pelaksanaan inisiatif tersebut di sejumlah daerah. Di Nusa Tenggara Timur, lahan seluas 650 hektare diberikan kepada pemilik kartu keluarga dengan perempuan sebagai penerima. Sementara di Maluku Utara, sekitar 1.400 hektare disiapkan untuk 215 kepala keluarga.

Di Aceh, program pascabencana menargetkan pengaktifan 204 titik kebun pangan yang sekaligus menjadi ruang aktivitas komunitas perempuan.

Veronica menjelaskan, pengelolaan kebun tetap dapat dilakukan bersama anggota keluarga. Namun, penempatan perempuan sebagai penerima lahan diharapkan dapat memperkuat kepemilikan dan keterlibatan mereka dalam pengambilan keputusan terkait pemanfaatan sumber daya.

Ia juga menyebut Kementerian PPPA dapat menjadi penghubung bagi komunitas perempuan untuk mengakses berbagai program lintas kementerian, mulai dari penyediaan sumur bor, panel surya, dan bibit hingga penyelesaian persoalan lahan.

Menurut Veronica, dukungan tersebut penting agar perempuan tidak hanya terlibat dalam kegiatan produktif, tetapi juga memiliki akses terhadap sumber daya yang dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan usaha dan ketahanan pangan keluarga.

Inisiatif ini disampaikan dalam peluncuran fase kedelapan GEF Small Grants Programme (GEF SGP) periode 2025–2029, yang berfokus pada pembangunan lanskap dan seascape berkelanjutan melalui inovasi dan kemitraan. Program tersebut diharapkan membuka peluang kolaborasi antara komunitas perempuan dan berbagai pemangku kepentingan dalam pengelolaan lingkungan.

Penulis: Inesia Dian

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com