Asap Karhutla Sampai Singapura Jelang Gelaran F1, Kemenhut Kerahkan Ribuan Personel

Jum'at, 09 Oktober 2026 | 14:19 WIB
Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki. (Suara.com/Hiskia)
BACA 10 DETIK
  • Presiden Indonesia berdiplomasi dengan pemimpin Singapura dan Malaysia untuk memperkuat kerja sama penanganan karhutla lintas batas.
  • Wamenhut Rohmat Marzuki menyatakan karhutla dipicu iklim ekstrem El Nino kuat dan ditangani sebagai krisis iklim global.
  • Pemerintah mengerahkan pasukan darat, TNI-Polri, dana bantuan, water bombing, serta modifikasi cuaca di enam provinsi rawan.

Suara.com - Pemerintah Indonesia merespons sorotan internasional terkait keluhan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak hingga ke Singapura.

Hal ini disorot mengingat Singapura yang tengah menjadi tuan rumah gelaran balap mobil Formula 1 (F1) pada akhir pekan ini. 

Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut), Rohmat Marzuki mengungkapkan bahwa Presiden telah turun tangan langsung melakukan komunikasi diplomasi dengan pemimpin negara-negara tetangga untuk menyikapi persoalan asap lintas batas ini.

"Jadi terkait dengan transboundary haze yang itu sudah lintas negara, Bapak Presiden sudah melakukan komunikasi dengan pimpinan negara sahabat, terutama juga Malaysia dan Singapura, untuk nanti bersama-sama memperkuat kerja sama terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan, ya," kata Rohmat ditemui di Fakultas Kehutanan UGM, Jumat (9/10/2026).

Rohmat menekankan bahwa karhutla yang menyebabkan asap hingga ke Singapura tidak lepas dari ancaman iklim ekstrem El Nino kuat yang saat ini melanda kawasan.

Pemerintah turut menggarisbawahi bahwa persoalan karhutla ini merupakan krisis iklim bersama yang dialami secara global, di mana beberapa negara lain mencatatkan luasan karhutla yang jauh lebih masif ketimbang Indonesia.

Kendati demikian, dia bilang saat ini pemerintah tetap terus melakukan penguatan aksi dan penanganan langsung di lapangan sebagai kunci utama meredam karhutla.

"Ya, memang sekarang yang harus dilakukan memang di lapangan. Jadi memperkuat pasukan darat yang ada di lapangan dari berbagai pihak," ujarnya.

Selain itu, Karhutla telah menggerakkan ribuan personel taktis untuk diterjukan ke berbagai wilayah paling rentan.

"Kalau kami di Kementerian Kehutanan kan ada Manggala Agni, kita juga BKO-kan Polisi Kehutanan, ya, dari seluruh Indonesia ke enam provinsi yang rawan karhutla, terutama Kalbar, Kalteng, kemudian Kalsel, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan," ujarnya.

Langkah di lapangan itu turut diperkuat melalui dukungan finansial langsung dari Istana kepada pemerintah daerah serta pelibatan penuh aparat keamanan.

"Bahwa Presiden sudah memberikan bantuan kepada pemerintah provinsi dan kabupaten yang rawan karhutla, ya, untuk memperkuat pemadaman yang ada di lapangan. Kemudian juga kolaborasi dengan TNI-Polri juga dikerahkan," tandasnya.

Tidak hanya mengandalkan pemadaman darat, pemerintah menempuh strategi kombinasi lewat udara melalui penyiraman air masif dan rekayasa cuaca di wilayah rawan.

"Kemudian bukan hanya pemadaman darat tapi diupayakan terus water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC. Tapi OMC ini syaratnya adalah harus ada awan semai yang terbentuk. Jadi itu semua terus kita upayakan," pungkasnya.

Fokus aksi lapangan ini ditujukan untuk menaklukkan pemadaman di lahan gambut yang selama ini menjadi penyumbang utama pekatnya produksi asap.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com