Anggota Parlemen Jepang yang Viralkan Turis Indonesia Punya Rekam Jejak Rasis

Jum'at, 09 Oktober 2026 | 17:33 WIB
Anggota Dewan Kota Nara, Jepang, Hezuma Ryu membuat seorang turis Indonesia jadi viral setelah dituding membiarkan rusa memakan sampah plastik. [Instagram Hezuma Ryu]
BACA 10 DETIK
  • Dewan Kota Nara, Hezuma Ryu, menuduh turis Indonesia membiarkan rusa memakan sampah plastik pada Agustus 2025.
  • Hezuma mengakui sikapnya diskriminatif terhadap warga asing karena berdalih ingin melindungi peraturan serta masa depan Jepang.
  • Pernyataan kontroversial Hezuma di media sosial memicu kecaman luas dari musisi Takashi Nakagawa dan publik internasional.

Suara.com - Anggota Dewan Kota Nara, Jepang, Hezuma Ryu membuat seorang turis Indonesia jadi viral setelah dituding membiarkan rusa memakan sampah plastik.

Namun, di balik aksinya yang mengatasnamakan perlindungan satwa, Hezuma memiliki rekam jejak kontroversial karena sejumlah pernyataannya mengenai warga asing pernah dikritik sebagai bentuk diskriminasi.

Dikutip dari Nikkan Sports, 21 Agustus 2025, Hezuma secara terbuka menyatakan tidak keberatan jika dirinya disebut diskriminatif karena sikapnya terhadap warga asing.

Pernyataan itu muncul ketika ia kembali menyuarakan pandangannya mengenai wisatawan dan penduduk asing di Jepang, terutama mereka yang dianggapnya tidak mematuhi aturan setempat.

“Saya tidak keberatan disebut diskriminatif,” demikian pernyataan Hezuma yang dikutip Nikkan Sports dari unggahannya di media sosial X.

Ia beralasan bahwa tindakannya menegur warga asing yang dianggap berperilaku buruk merupakan upaya melindungi Jepang dan masa depan anak-anak.

Kontroversi Hezuma tidak berhenti pada pernyataannya tentang warga asing.

Pada Agustus 2025, ia menuai kritik setelah mengunggah peringatan mengenai perempuan berkewarganegaraan China yang dinilainya kerap berbohong dan bersikap agresif ketika ditegur.

Pernyataan itu membuat musisi Takashi Nakagawa dari grup rock Soul Flower Union mengecam unggahan tersebut.

Nakagawa mendesak Wali Kota Nara mempertimbangkan tindakan terhadap Hezuma karena menilai pernyataan itu sebagai hasutan diskriminasi yang terang-terangan.

Kritik tersebut muncul ketika Hezuma tengah dikenal melalui aktivitas patroli di Taman Nara untuk menegur wisatawan yang diduga melakukan tindakan tidak pantas terhadap rusa.

Pada akhir Agustus 2025, Hezuma kembali memicu perdebatan setelah mengunggah foto seorang pria yang tampak menunggangi rusa.

Hezuma menyertakan kalimat yang mengaitkan tindakan tersebut dengan warga China.

Dikutip dari ITmedia AI+, unggahan itu menjadi kontroversi setelah sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan keaslian gambar dan menduga foto tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan atau AI.

Terbaru di unggahan akun sosial media miliknya terkait kasus viral turis Indonesia, Hezuma dalam pernyataannya juga menuliskan kata diduga rasis yakni, kelompok hijab.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com