Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:43 WIB
Anies Baswedan dan Prabowo Subianto di kediaman Prabowo, Kertanegara, Jakarta.
BACA 10 DETIK
  • Kepala Badan Komunikasi RI Syahganda Nainggolan menyarankan Anies Baswedan menjabat Menteri Pendidikan dalam Kabinet Merah Putih.
  • Saran tersebut disampaikan Syahganda dalam siniar Total Politik pada Sabtu, 10 Oktober 2026, karena kapasitas Anies mereformasi pendidikan.
  • Syahganda menilai Presiden Prabowo Subianto terbiasa merangkul mantan rival politik demi kepentingan bangsa tanpa menerapkan prinsip pemenang mengambil segalanya.

Suara.com - Mantan calon presiden pada Pilpres 2024, Anies Baswedan, disarankan masuk dalam jajaran menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto.

Hal itu diungkapkan Syahganda Nainggolan, yang kekinian sudah menjadi Kepala Badan Komunikasi RI dalam siniar Total Politik, dikutip hari Sabtu (10/10/2026).

”Saya kira Anies Baswedan cocok menjadi Menteri Pendidikan di bawah pemerintahan Pak Prabowo,” kata Syahganda.

Ia meyakini, Anies mempunyai kapasitas di atas rata-rata untuk mereformasi sistem pendidikan nasional sehingga sesuai dengan keinginan Prabowo.

Karena memiliki cita-cita yang sama terkait masa depan pendidikan, Syahganda mengatakan hal tersebut harus berada di atas gengsi politik.

Hubungan Anies dan Prabowo berada dalam tensi tinggi pada masa kampanye Pilpres 2026. Namun, Syahganda mengatakan Prabowo sudah terbiasa melakukan rekonsiliasi politik untuk kepentingan negara.

”Tahun 2019, Prabowo yang pada pilpres menjadi rival politik Jokowi, bersedia bergabung dan menjabat seabagai menteri pertahanan,” kata dia.

Sikap Prabowo itu patut dicontoh oleh Anies demi kepentingan bangsa, setidaknya hingga agenda politik tahun 2029.

”Tidak usah malu-malu. Ya gengsi atau ego politik pasti ada. Tapi walau bagaimana pun, yang membesarkannya itu kan Prabowo juga,” kata Syahganda.

Buktinya, kata dia, Prabowo lah yang dulu mendukung Anies Baswedan saat Pilkada DKI Jakarta.

“Prabowo itu politikus yang mau merangkul banyak kelompok serta tokoh meskipun latar belakang politiknya berbeda,” kata dia.

Contohnya lagi, Wiranto yang dulu memberhentikan Prabowo dari ABRI tahun 1998, tapi kini justru diangkat sebagai penasihat presiden.

Prabowo, kata dia, bukan tipe politikus yang berprinsip the winner takes all, atau pemenang mendapatkan segalanya.

”Dia bukan tipe the winner takes all. Kalau seperti itu, ketersediaan sosok pembantunya yang berkapasitas pasti kurang. Apalagi kabinet saat ini terbilang besar,” kata dia.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com