- Gubernur Pramono Anung mengumumkan rencana program beasiswa luar negeri bagi anak berkebutuhan khusus.
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan kuota sebanyak 50 hingga 75 orang penerima beasiswa mulai tahun 2027 mendatang.
- Pemprov DKI juga menyediakan dukungan pendidikan dalam negeri melalui 88 sekolah luar biasa serta bantuan KJP dan KJMU.
Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan program beasiswa setara Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bagi anak berkebutuhan khusus yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri.
Program yang direncanakan mulai berjalan pada 2027 itu diharapkan membuka akses pendidikan global bagi anak-anak istimewa di Ibu Kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana tersebut saat membuka SPEKIX 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (10/10/2026).
Pramono mengatakan, program beasiswa itu akan menjadi fasilitas khusus bagi anak berkebutuhan khusus yang ingin mengenyam pendidikan di luar negeri. Pemprov DKI menargetkan kuota penerima beasiswa berkisar 50 hingga 75 orang.
"Jakarta mulai tahun depan ada yang namanya LPDP untuk Jakarta. Jumlahnya antara 50 sampai 75, dan saya pengin di antara anak ini, kalau kemudian ada LPDP untuk anak berkebutuhan khusus yang mau sekolah di luar negeri, dengan senang hati kami akan memberikan fasilitas itu," ujarnya.
Selain menyiapkan beasiswa untuk studi ke luar negeri, Pemprov DKI juga menyediakan dukungan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di dalam negeri. Saat ini, Jakarta memiliki 88 sekolah luar biasa (SLB), terdiri atas 13 sekolah negeri dan 75 sekolah swasta.
Bagi anak berkebutuhan khusus dari keluarga kurang mampu yang menempuh pendidikan reguler, bantuan juga tersedia melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
Pramono mengatakan, dukungan KJMU dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana, magister, bahkan doktoral.
"Kalau anak-anak ini memang pengin dan ingin kuliah sampai dengan S1, S2, bahkan S3, Pemerintah DKI Jakarta punya yang namanya KJMU, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul," kata Pramono.
Pemprov DKI berharap perluasan akses beasiswa tersebut dapat memberi kesempatan lebih besar bagi anak berkebutuhan khusus untuk mengembangkan potensi, meraih prestasi, dan membangun kemandirian.
"Kami sungguh-sungguh untuk itu," tegas Pramono lagi.
Program beasiswa setara LPDP untuk Jakarta menjadi salah satu prioritas Pramono selama memimpin Ibu Kota.
Pemprov DKI juga telah menjajaki kerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan di New York, Amerika Serikat, dan Seoul, Korea Selatan, yang berpotensi menjadi tujuan studi bagi anak-anak berprestasi asal Jakarta.