- Pemprov DKI Jakarta bersama Dinas Perhubungan dan PT TransJakarta mengkaji rencana pengembangan TransJakarta Laut ke Kepulauan Seribu.
- Gubernur Pramono Anung menyampaikan dukungan tujuh fraksi DPRD DKI dalam Rapat Paripurna pada 7 Oktober 2026.
- Layanan ini diharapkan mempermudah akses pendidikan, kesehatan, serta mendukung pergerakan barang, jasa, dan wisatawan lokal.
Suara.com - Pemprov DKI Jakarta tengah mengkaji rencana pengembangan TransJakarta Laut untuk memperluas akses transportasi publik hingga Kepulauan Seribu.
Layanan yang digagas untuk memperkuat konektivitas antarpulau itu diingatkan agar benar-benar menjawab kebutuhan warga, bukan sekadar menjadi etalase pembangunan.
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Golkar, Ramly H.I. Muhamad menilai warga lebih membutuhkan transportasi yang cepat dan dapat diandalkan ketimbang fasilitas berlebihan.
"Kami apresiasi Gubernur untuk membuktikan seluruh kemampuan buat Kepulauan Seribu, namun bukan berarti Kepulauan Seribu ini menjadi salah satu etalase," kata Ramly dikutip Juamat (9/10/2026).
Ramly juga meminta Pemprov DKI tidak mengabaikan kebutuhan transportasi warga di wilayah daratan Jakarta. Menurut dia, pemenuhan layanan transportasi gratis seperti JakLingko perlu menjadi perhatian pemerintah.
"Mohon apa yang disampaikan tadi, diserahkan kepada Transjakarta, itu profesional," katanya.
Sementara itu, Pemprov DKI bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan PT TransJakarta masih mematangkan kajian pengembangan TransJakarta Laut. Rencana tersebut diarahkan untuk memperluas jangkauan transportasi publik terintegrasi hingga wilayah Kepulauan Seribu.
Gubernur Pramono Anung sebelumnya menyampaikan dukungan tujuh fraksi DPRD DKI terhadap pengembangan angkutan perairan yang terintegrasi dan inklusif menuju Kepulauan Seribu dalam Rapat Paripurna DPRD pada 7 Oktober 2026.
Pramono menegaskan, pengembangan layanan tersebut harus ditopang landasan regulasi dan model bisnis yang efisien serta berorientasi pada pelanggan.
Pemprov DKI pun tengah mengkaji sejumlah alternatif pengelolaan agar pelaksanaannya sesuai ketentuan hukum.
Kehadiran TransJakarta Laut diharapkan mempermudah warga Kepulauan Seribu mengakses layanan pendidikan dan kesehatan. Konektivitas yang lebih baik juga dinilai berpotensi mendukung pergerakan barang, jasa, serta wisatawan yang menopang perekonomian setempat.
Pemprov DKI sebelumnya juga memastikan pengembangan rute laut tidak akan mengurangi mutu maupun frekuensi layanan Transjakarta di darat. Layanan bus koridor, nonkoridor, dan armada penunjang lainnya disebut tetap berjalan optimal.
Saat ini, kajian masih mencakup skema operasional, standar keselamatan pelayaran, kelayakan dermaga, hingga penyesuaian tarif agar tetap terjangkau. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar sebelum TransJakarta Laut diterapkan secara resmi.