- BP Batam dan Pemkot Batam menawarkan lahan 25 hektare untuk aktivitas pertanian sementara masyarakat Rempang.
- Menteri Transmigrasi menyampaikan rencana pengembangan kawasan tersebut bersama Technical University of Munich pada Sabtu (10/10/2026).
- Pemerintah memberikan bantuan 16 perahu guna mendukung pengembangan sektor perikanan, desa nelayan, dan pariwisata bahari.
Suara.com - Masyarakat Rempang ditawari lahan sekitar 25 hektare untuk tetap menjalankan aktivitas pertanian sebelum kawasan tersebut dikembangkan menjadi kawasan industri. Tawaran lahan itu berasal dari BP Batam dan Pemerintah Kota Batam.
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, lahan tersebut disiapkan sebagai ruang sementara bagi warga yang selama ini menggantungkan aktivitasnya pada bercocok tanam.
"Sebetulnya tadi saya sampaikan, dari BP Batam dan Pemkot Batam dalam hal ini juga sudah menawarkan kepada kami ada sekitar lahan 25 hektare yang nanti bisa digunakan sementara waktu sebelum ada industri, ya. Supaya nanti digunakan oleh masyarakat yang memang awalnya bercocok tanam begitu," kata Iftitah dalam acara Festival Kementerian Transmigrasi di Batam, Sabtu (10/10/2026).
Iftitah menyampaikan hal itu saat membahas pengembangan kawasan transmigrasi Tanjung Banon, Rempang Eco-City, bersama tim dari Technical University of Munich (TUM), Jerman.
Dalam pengembangan sektor pertanian, kelapa menjadi salah satu komoditas yang direkomendasikan untuk dikembangkan di kawasan tersebut.
Rekomendasi itu berdasarkan hasil riset mahasiswa TUM bersama Universitas Diponegoro setelah melakukan pengamatan selama lebih dari satu minggu.
"Kelapa yang paling terdepan. Mereka katakan paling cocok komoditas di sini," ujar Iftitah.
Selain pertanian, pemerintah juga menyiapkan pengembangan peternakan dan usaha ekonomi yang memanfaatkan potensi pesisir. Kementerian Transmigrasi, kata Iftitah, telah memberikan bantuan 16 perahu untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
Perahu tersebut diharapkan menjadi bagian dari pengembangan desa nelayan, termasuk penyediaan dermaga untuk aktivitas sosial. Iftitah juga menyebut sejumlah warga telah membuka pasar ikan.
"Ada 16 perahu yang kita berikan. Itu bisa langsung nanti kita kembangkan untuk ada desa nelayan, ya ada dermaganya untuk aktivitas sosial. Sudah juga masyarakat banyak yang membuka pasar ikan. Kemudian yang kedua juga untuk pariwisata baharinya," katanya.
Pengembangan pariwisata bahari turut masuk dalam rekomendasi tim TUM. Tim tersebut juga memberikan masukan mengenai pengelolaan lahan, agroforestri, pelestarian lingkungan, dan penguatan komunitas.
Tawaran lahan 25 hektare itu menjadi salah satu opsi untuk mempertahankan aktivitas pertanian warga di tengah rencana pengembangan industri di Rempang.