- Ketua IDAI Dr. Piprim Basarah Yanuarso menyatakan telur matang merupakan sumber protein penting untuk MPASI pada 12 Oktober 2026.
- Orang tua wajib memastikan telur dimasak matang untuk meningkatkan keamanan pangan serta mencerna protein dengan baik.
- Pemberian telur untuk bayi tidak perlu ditunda hingga usia satu tahun kecuali terdapat pertimbangan medis khusus.
Suara.com - Telur bisa menjadi salah satu pilihan makanan pendamping ASI (MPASI) untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi bayi. Selain mengandung protein berkualitas tinggi, telur juga memiliki beragam zat gizi yang mendukung pertumbuhan anak.
Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Piprim Basarah Yanuarso, mengatakan telur dapat diperkenalkan sebagai bagian dari MPASI dengan memperhatikan cara pengolahan dan kesiapan bayi menerima makanan padat.
“Telur yang dimasak hingga matang merupakan sumber protein berkualitas tinggi dan mengandung berbagai zat gizi penting bagi pertumbuhan anak,” kata Piprim, Senin (12/10/2026).
Telur untuk MPASI Harus Dimasak hingga Matang
Selain kandungan gizinya, tingkat kematangan telur menjadi hal penting yang perlu diperhatikan orang tua saat menyiapkan MPASI.
Menurut Piprim, telur yang diolah dengan tepat memiliki tingkat keamanan pangan yang lebih baik. Proses pemasakan juga membantu meningkatkan daya cerna protein, sehingga cara pengolahan perlu menjadi perhatian dalam menyiapkan makanan untuk bayi.
“Proses pemasakan yang tepat meningkatkan keamanan pangan serta daya cerna protein telur,” ujarnya.
Karena itu, orang tua perlu memastikan telur dimasak hingga matang sebelum diberikan kepada bayi sebagai MPASI.
Kapan Bayi Boleh Diberi Telur?
Piprim menjelaskan, telur dapat diperkenalkan ketika bayi telah mencapai usia dan menunjukkan kesiapan untuk menerima makanan selain ASI.
Pemberiannya juga perlu disesuaikan dengan kemampuan makan bayi, termasuk tekstur makanan. Penyesuaian ini penting agar telur dapat dikonsumsi sesuai tahap perkembangan anak.
“Telur dapat diperkenalkan sebagai salah satu bahan MPASI ketika bayi telah mencapai usia dan kesiapan untuk menerima MPASI, dengan tekstur yang disesuaikan dengan kemampuan makan bayi,” tutur Piprim.
Tak Perlu Menunda Telur hingga Usia 1 Tahun
Piprim juga menegaskan bahwa orang tua tidak perlu menunda pemberian telur hingga anak berusia satu tahun semata-mata untuk mencegah alergi.
Dengan demikian, kekhawatiran terhadap alergi saja tidak harus menjadi alasan untuk menunda pengenalan telur sebagai MPASI.
Meski begitu, kondisi setiap anak dapat berbeda. Apabila terdapat kondisi medis khusus yang memerlukan pertimbangan tersendiri, orang tua perlu menyesuaikan pemberian makanan dengan arahan tenaga kesehatan.
“Tidak diperlukan penundaan pemberian telur hingga usia satu tahun semata-mata untuk mencegah alergi, kecuali terdapat pertimbangan medis khusus,” kata Piprim.
Reporter : Agustin Dwi Anggraini