- Pengamat politik Jamiluddin Ritonga menyarankan Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi kinerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
- Survei CELIOS bersama Kabinet Bayangan menunjukkan Gibran memperoleh nilai di bawah lima dari para ahli dan masyarakat umum.
- Rendahnya hasil survei tersebut mengindikasikan Gibran belum optimal membantu meringankan tugas kepala negara dalam pemerintahan.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto diingatkan untuk lakukan evaluasi peran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam pemerintahan usai mendapat nilai di bawah 5 dalam survei CELIOS bersama Kabinet Bayangan.
Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, mengatakan, rendahnya penilaian terhadap Gibran mengindikasikan bahwa wakil presiden belum optimal membantu presiden menjalankan pemerintahan. Padahal, posisi wakil presiden semestinya dapat meringankan beban kepala negara dalam mengurus berbagai persoalan nasional.
"Kiinerja Wapres Gibran rendah. Hal ini mengindikasikan Gibran bukan membantu meringankan tugas presiden tapi justru menjadi beban," kata Jamiluddin dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).
Secara konstitusi krnegaraan, wakil presiden memiliki tugas membantu presiden menjalankan roda pemerintahan sehari-hari. Selain itu, wakil presiden juga berperan dalam pengawasan, evaluasi, serta koordinasi kebijakan antarkementerian dan lembaga.
Apabila fungsi-fungsi tersebut dijalankan secara optimal, keberadaan wakil presiden semestinya memberikan kontribusi nyata terhadap efektivitas pemerintahan, kata Jamiluddin.
Namun, rendahnya penilaian terhadap kinerja Gibran dinilai dapat mengindikasikan bahwa pelaksanaan tugas tersebut belum berjalan maksimal.
“Karena itu, Wapres Gibran tampaknya memberi kontribusi kurangnya kinerja dua tahun pemerintahan Prabowo. Ini artinya, presiden perlu mengevaluasi wapres agar tidak terus menerus menjadi beban,” ujarnya.
Jamiluddin menilai evaluasi terhadap Gibran penting dilakukan untuk melihat sejauh mana wakil presiden berkontribusi terhadap pelaksanaan program dan koordinasi pemerintahan.
Sebelumnya, Celios betsama Kabinet Bayangan mengumumkan hasil survei 2 tahun kinerja Prabowo-Gibran drngan mewawancarai kelompok ahli dan masyarakat umum. Berdasarkan survei, penilaian dari kalangan ahli, Prabowo mendapat skor 2,8 dari 10, sedangkan Gibran memperoleh nilai 2,2 dari 10.
Sementara itu, masyarakat umum memberikan nilai 4,6 dari 10 untuk kinerja Prabowo sebagai presiden. Adapun Gibran memperoleh skor 4,9 dari 10 berdasarkan penilaian masyarakat umum.