- Pakar UGM mengkritik kinerja dua tahun Prabowo-Gibran yang terlalu sering merombak menteri pada Selasa, 12 Oktober 2026.
- Pergantian menteri yang mendadak akibat transaksi politik koalisi menurunkan efektivitas kerja kementerian serta merugikan kualitas pelayanan publik.
- Pembentukan puluhan kementerian baru yang gemuk memperumit koordinasi antarlembaga dan menyedot anggaran negara yang sangat besar.
Pembentukan puluhan kementerian baru beserta jajaran pejabat tingginya dipastikan menyedot porsi anggaran negara yang sangat besar.
Struktur organisasi yang terlalu gemuk ini diprediksi membawa konsekuensi finansial serius bagi belanja negara, apalagi dengan banyaknya posisi penasihat dan dewan pertimbangan yang dibentuk.
Di sisi lain, posisi politik pemerintah saat ini terbilang sangat solid karena menguasai mayoritas suara di parlemen serta berhasil merangkul para tokoh ke dalam lingkaran kekuasaan.
Strategi akomodasi politik ini dinilai lebih bertujuan mengamankan stabilitas kekuasaan ketimbang mempertimbangkan efisiensi anggaran belanja negara.
"Bagi presiden tentu tidak ada kaharusan untuk menggunakan saran dari Wantimpres, tetapi lebih pada upaya merangkul mereka dan untuk bisa hidup dalam satu rumah, jauh lebih aman daripada memikirkan dari pertimbangan finansial," pungkasnya.