Maskapai Raksasa UEA Hentikan Penerbangan Rute Arab Saudi Imbas Perang

Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:37 WIB
Keunikan pesawat mewah Etihad Airways. (Brightside)
BACA 10 DETIK
  • Qatar Airways dan Etihad Airways menangguhkan penerbangan ke Arab Saudi karena alasan keamanan.

  • Bandara Riyadh ditutup setelah menjadi sasaran serangan yang mengakibatkan sejumlah orang terluka.

  • Eskalasi pertempuran antara kelompok Houthi dan pemerintah Yaman memicu krisis keamanan wilayah.

Suara.com - Qatar Airways dan Etihad Airways menghentikan sementara seluruh layanan penerbangan ke sejumlah kota besar di Arab Saudi demi menjamin keselamatan penumpang. Keputusan mendadak ini diambil menyusul ancaman keamanan serius yang melanda wilayah udara dan fasilitas penerbangan utama negara tersebut.

Langkah tegas dua raksasa penerbangan Timur Tengah ini menandai dampak langsung eskalasi militer terhadap industri penerbangan komersial kawasan. Pembatalan rute secara mendadak tersebut memicu gangguan jadwal perjalanan udara regional secara signifikan.

Langkah darurat ini meny menyusul insiden serangan terbaru yang menyasar infrastruktur transportasi udara vital di ibu kota Kerajaan. Otoritas penerbangan setempat mengonfirmasi adanya kerusakan serta korban dalam peristiwa mencekam tersebut.

Pada Sabtu (10/10), Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi melaporkan bandara di Riyadh kembali menjadi sasaran serangan, yang mengakibatkan korban luka dan penutupan bandara.

Manajemen maskapai asal Doha langsung mengambil keputusan cepat untuk mengamankan seluruh armada dan krunya dari potensi bahaya susulan. Penutupan akses udara ini berlaku untuk jadwal keberangkatan maupun kedatangan di dua kota strategis.

"Mengingat situasi saat megar, penerbangan dari dan menuju Riyadh serta Dammam (DMM) untuk sementara ditangguhkan," menurut pernyataan Qatar Airways, Senin (12/10).

Langkah serupa diambil maskapai nasional Uni Emirat Arab dengan menghentikan operasional pesawat mereka secara meluas. Kebijakan pembatalan jadwal terbang ini diberlakukan hingga pertengahan bulan untuk meminimalkan risiko bahaya.

Etihad Airways membatalkan semua penerbangan Abu Dhabi dan Riyadh hingga 19 Oktober serta sejumlah penerbangan Jeddah dan Dammam selama beberapa hari dengan alasan gangguan operasional.

Krisis keamanan penerbangan ini merupakan puncaknya dari gesekan bersenjata yang kembali membara di wilayah semenanjung Arab. Pertempuran sengit kembali pecah setelah sempat mereda dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.

Konflik antara kelompok gerakan Ansar Allah di Yaman atau dikenal juga sebagai Houthi dengan pasukan yang setia kepada Pemerintah Yaman dukungan Arab Saudi kembali terjadi pada pertengahan Juli setelah jeda selama empat tahun.

Kedudukan geopolitik kelompok pemberontak yang kian solid memperluas jangkauan ancaman terhadap jalur transportasi udara maupun laut. Penguasaan wilayah pesisir strategis menjadi modal utama mereka dalam melancarkan aksi konfrontasi.

Kelompok Houthi menguasai seluruh pantai barat Laut Merah dan kota-kota di dekat Selat Bab el-Mandeb.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com