KTT Manila Bakal Panas, Krisis Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatera Jadi Bahasan Utama

Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:17 WIB
Kebakaran hutan dan lahan melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sulbar menimbulkan asap yang dapat mengakibatkan dampak kesehatan bagi masyarakat di Mamuju, Senin (05/10/2026) [SuaraSulsel.id/ANTARA/HO-Pemprov Sulbar]
BACA 10 DETIK
  • ASEAN memasukkan penanganan kabut asap lintas batas dalam agenda resmi pertemuan KTT Manila.

  • Singapura dan Malaysia memberlakukan langkah darurat kesehatan serta pembatasan aktivitas akibat lonjakan polusi.

  • Fenomena El Nino kuat memicu kebakaran hutan luas, mengancam kesehatan warga, dan merusak habitat satwa.

Penyebab utama dari gelombang kebakaran hutan hebat tahun ini memuncak akibat pola anomali iklim El Nino yang melanda Samudra Pasifik. Fenomena cuaca ekstrem tersebut memicu rentetan krisis ekologis, gangguan ketahanan pangan, hingga ancaman keselamatan satwa langka.

Kebakaran hutan di wilayah Indonesia tercatat memicu serangan penyakit ISPA pada puluhan ribu warga setempat. Selain itu, Lembaga Konservasi YIARI bersama otoritas terkait harus mengevakuasi 46 individu orangutan dari kepungan api di Kalimantan Tengah.

Salah satu orangutan yang diselamatkan bernama Novita. Satwa betina tersebut ditemukan bertahan di atas pohon dengan luka bakar pada tangan dan kakinya.

"Ia harus meninggalkan habitatnya, dan kami harus menyelamatkannya, terutama karena kobaran api," kata Andi Muhammad Khadafi, kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah, kepada AFP.

Dampak gelombang panas El Nino turut merembet ke negara ASEAN lainnya, seperti ancaman krisis listrik di Myanmar dan Filipina akibat kekeringan debit air pembangkit listrik. Secara global, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menyatakan kekhawatiran mendalam atas potensi krisis pangan dunia dan menyiapkan dana bantuan khusus.

Anomali iklim tahun ini tercatat sebagai yang terkuat dalam sejarah oleh Badan Meteorologi Jepang. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperkirakan puncak kekeringan dan cuaca ekstrem ini baru akan berlangsung hingga Desember mendatang.

Krisis kabut asap lintas batas merupakan persoalan ekologis tahunan di Asia Tenggara yang dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat musim kemarau panjang. Intensitas kebakaran tahun ini melonjak tajam akibat fenomena El Nino kuat yang menyebabkan kekeringan ekstrem di berbagai wilayah Indonesia, seperti Sumatra dan Kalimantan. Dampak emisi asap yang melintas hingga ke negara tetangga memicu tekanan diplomatik regional serta mempertegas mendesaknya pembentukan aturan hukum penanganan bencana yang lebih komprehensif di tingkat ASEAN.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com