Derita Ojek Online di Kebakaran Hutan Kalimantan: Sesak Napas dan Sakit Kepala Tapi Harus Kerja

Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:18 WIB
Pengemudi ojek online di Kalimantan menerjang kabut asap karhutla tebal demi bertahan hidup meski didera sesak napas. (BBC)
BACA 10 DETIK
  • Pengemudi ojol di Kalimantan dan Sumatra nekat menerjang kabut asap tebal demi mencari nafkah.

  • Pendapatan harian pekerja informal merosot tajam akibat terbatasnya aktivitas luar ruangan masyarakat.

  • Pemerintah diminta tidak hanya memadamkan api, tetapi memberikan bantuan ekonomi dan kesehatan warga.

Lembaga kajian Center of Economic and Law Studies (CELIOS) mencatat angka kerugian ekonomi nasional akibat bencana ini telah menembus angka belasan triliun rupiah. Hambatan besar terjadi pada sektor transportasi, logistik, perdagangan, hingga penurunan produktivitas tenaga kerja secara umum.

Kondisi udara di kawasan Kalimantan dan Sumatra telah menyentuh batas yang sangat membahayakan keselamatan jiwa manusia. Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan beberapa titik wilayah mencatatkan angka yang memprihatinkan hingga menembus kategori sangat berbahaya.

Ribuan warga terbukti mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), di mana puluhan ribu di antaranya merupakan anak-anak balita. Dinas Kesehatan setempat mencatat lonjakan pasien yang mendatangi fasilitas kesehatan primer akibat keluhan saluran pernapasan.

Kementerian Kesehatan mencatat jutaan jiwa penduduk Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, hingga Riau terpapar langsung asap pembakaran. Angka penderita gangguan pernapasan terus merangkak naik seiring belum padamnya titik kebakaran hutan.

Kondisi ini menjadi latar belakang kelam yang memperlihatkan kerentanan masyarakat kelas bawah di tengah bencana ekologis yang terus berulang. Tanpa adanya intervensi bantuan konkret, para pekerja jalanan akan terus mengorbankan keselamatan jiwa demi bertahan hidup.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com