OTT KPK di BNPB, DPR Prihatin dan Terpukul: Kebakaran Hutan Belum Beres, Malah Ada Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:47 WIB
Anggota Komisi VIII DPR RI, Hetifah Sjaifudian. (Suara.com/Faqih)
BACA 10 DETIK
  • KPK melakukan OTT di BNPB pada 13 Oktober 2026 dan mengamankan 14 orang beserta barang bukti.
  • Barang bukti yang diamankan KPK meliputi uang tunai Rp1,4 miliar serta logam mulia berupa emas.
  • Hetifah Sjaifudian menyatakan prihatin atas kasus korupsi pengadaan dana bencana yang menurunkan kepercayaan publik tersebut.

Suara.com - Anggota Komisi VIII DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengaku terkejut dan prihatin atas Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa (13/10/2026).

Peristiwa tersebut dinilai sangat ironis di tengah fokus penanganan berbagai bencana di tanah air.

"Tentunya pasti terkejut. Ya pastinya juga kita prihatin. Padahal kan ini kayak lagi di Kalimantan kan ini lagi kondisinya nih kebakaran hutan masih belum beres. Masih kita membutuhkan konsentrasi dan dukungan dari BNPB yang lebih serius kan sebetulnya," ujar Hetifah merespons penangkapan 14 orang oleh KPK tersebut kepada wartawan, Rabu (14/10/2026).

Ia menambahkan, bahwa insiden ini menjadi pukulan keras serta bahan evaluasi mendalam bagi DPR, khususnya dalam menjalankan fungsi pengawasan lembaga negara.

Ilustrasi OTT KPK. [Ist]

"Ya pasti terpukul lah intinya gitu. Tapi kita akan pelajari lebih jauh lagi dan tentu sebagai DPR kan kita punya fungsi pengawasan ya. Ini juga menjadi suatu bahan refleksi lah bagi kami. Apakah fungsi pengawasan kita ke depan harus lebih ketat lagi gitu ya," tuturnya.

Terkait dugaan korupsi pada pengadaan dana siap pakai bencana, Hetifah menyerahkan sepenuhnya proses hukum dan penelusuran kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.

Menurutnya, langkah kolaboratif sangat diperlukan agar proses penyelidikan berjalan tuntas.

"Kita serahkanlah ya kepada penegak hukum untuk menggali, gitu, apakah hanya itu atau mungkin ada unsur-unsur lain yang harus diperbaiki," katanya.

Ia berharap peristiwa ini menjadi momentum pembenahan internal di tubuh BNPB dan kementerian terkait lainnya, sekaligus memulihkan tingkat kepercayaan masyarakat yang terdampak akibat kasus hukum ini.

"Nah mudah-mudahan nanti bisa sesegera mungkin, apa dampak dari ini, terutama kepada kepercayaan publik ya. Trust publik kan jadi turun kepada lembaga yang menangani bencana ini. Otomatis gitu. Padahal kita lagi butuh sekali," pungkasnya.

14 Orang Terjaring OTT

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa (13/10/2026).

Kebakaran hutan dan lahan melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sulbar menimbulkan asap yang dapat mengakibatkan dampak kesehatan bagi masyarakat di Mamuju, Senin (05/10/2026) [Pemprov Sulbar]

“Dalam peristiwa ini tim KPK mengamankan sejumlah 14 orang, di antaranya merupakan Sekretaris Utama atau Sestama, kemudian PPK dan juga pihak-pihak lain termasuk dari unsur swasta,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Yogyakarta, Selasa (13/10/2026).

Selain itu, lanjut Budi, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai dan logam mulia berupa emas.

“Untuk uang tunai, hitungan awal oleh tim senilai sekitar Rp1,4 miliar,” ujar Budi.

Untuk barang bukti emas, Budi menyebut terdapat emas batangan dan tabungan emas yang ditemukan. Namun, dia belum mengungkapkan jumlah emas yang diamankan.

Adapun kegiatan penyelidikan ini terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com