Sekolah Lumpuh 3 Hari akibat BBM Langka di Denpasar, Siswa Belajar Daring

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:15 WIB
Antrean BBM (Antara)
BACA 10 DETIK
  • Pemkot Denpasar menerapkan pembelajaran daring jenjang PAUD hingga SMP akibat kelangkaan BBM.

  • Kebijakan belajar dari rumah berlangsung tiga hari mulai 15 hingga 17 Oktober 2026.

  • Langkah darurat diambil untuk menjaga keberlangsung proses belajar di tengah kelumpuhan mobilitas.

Suara.com - Krisis  BBM bahan bakar minyak  yang melumpuhkan ruang gerak warga memaksa Pemerintah Kota Denpasar mengalihkan seluruh aktivitas persekolahan ke moda daring. Kebijakan darurat ini menyasar seluruh jenjang pendidikan mulai dari PAUD, SD, hingga SMP di kawasan Ibu Kota Provinsi Bali tersebut.

Keputusan mendadak ini diambil setelah rentetan kasus kendaraan mogok dan kemacetan parah membuat rombongan siswa serta pengajar gagal sampai di ruang kelas. Langkah cepat Pemkot Denpasar menjadi benteng pertahanan terakhir agar hak belajar anak tak runtuh di tengah kelumpuhan transportasi.

Melalui Surat Edaran Nomor B/100.3.4/99/DISDIKPORA bertanggal Rabu (14/10/2026), kebijakan belajar dari rumah resmi diberlakukan secara serentak. Regulasi ini mengikat seluruh fasilitas pendidikan, baik milik pemerintah maupun lembaga swasta.

Kepala Disdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, menegaskan bahwa penyesuaian ini murni demi menyelamatkan ritme edukasi anak didik. Langkah preventif tersebut dipilih untuk memangkas risiko kemacetan ekstrem akibat perburuan BBM yang makin memanas.

“Dalam rangka mengantisipasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang dapat berdampak pada mobilitas guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik, serta untuk tetap menjaga keberlangsungan proses pembelajaran secara normal,” kata Wiratama dikutip dari Berita Bali, Rabu (14/10/2026)

Proses belajar virtual ini bakal berlangsung selama tiga hari berturut-turut mulai Kamis (15/10/2026) sampai Sabtu (17/10/2026). Durasi tersebut disiapkan untuk memberi jeda penataan pasokan energi di wilayah perkotaan.

Cakupan aturan mencakup seluruh ranah PAUD, mulai dari TK, kelompok bermain, taman penitipan anak, hingga satuan sejenis. Seluruh bangku sekolah dasar dan menengah pertama di Denpasar juga wajib mengosongkan ruang kelas fisik mereka.

Otoritas pendidikan kota menginstruksikan setiap pimpinan sekolah untuk mengawal ketat masa transisi pembelajaran jarak jauh ini. Pihak sekolah diminta langsung memetakan sistem penugasan interaktif agar kualitas materi tak merosot.

Langkah ini memperlihatkan bagaimana gangguan pasokan energi primer bisa langsung memukul sektor krusial seperti pendidikan dalam hitungan jam. Pemerintah daerah memilih opsi paling adaptif guna meminimalisasi potensi bahaya lalu lintas di jalan raya.

Dinas Pendidikan menegaskan tidak ada toleransi bagi lembaga pendidikan yang nekat menggelar tatap muka selama masa pembatasan. Ketegasan ini diperlukan agar konsentrasi penanganan krisis di tingkat kota berjalan linear.

Kelangkaan pasokan BBM di Denpasar merembet cepat menjadi ancaman serius bagi stabilitas aktivitas harian warga. Antrean mengular di berbagai SPBU memicu penumpukan kendaraan yang berujung pada kelumpuhan arus lalu lintas utama.

Banyak pendidik dan pelajar terdampar di jalan lantaran tangki kendaraan mereka habis sebelum mencapai lokasi tujuan. Kondisi riil di lapangan inilah yang memicu terbitnya instruksi pembelajaran jarak jauh secara mendadak oleh pemerintah kota.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com