Terjaring OTT tapi Tak Jadi Tersangka, Sestama BNPB Keluar Gedung KPK Naik Taksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:19 WIB
Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana Rustian keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (14/10/2026). ANTARA/Fath Putra Mulya
BACA 10 DETIK
  • Sestama BNPB Rustian diperiksa KPK di Jakarta Selatan pada Rabu, 14 Oktober 2026.
  • KPK menangkap 14 orang dalam operasi tangkap tangan kasus pengadaan BNPB pada Selasa.
  • Rustian tidak ditahan dan dipulangkan karena statusnya sebagai saksi dalam perkara korupsi tersebut.

Suara.com - Sekretaris Utama atau Sestama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian bungkam saat keluar dari Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (14/10/2026).

Usai diperiksa intensif setelah dikabarkan terjaring operasi tangkap tangan (OTT), Rustian melenggang pulang tanpa ditahan.

Rustian terlihat keluar dari gedung KPK di Kuningan, Jakarta Selatan, sekitar pukul 14.50 WIB. Mengenakan masker, ia tak menggubris pertanyaan wartawan mengenai materi pemeriksaan maupun alasan dirinya bisa pulang.

Ia tetap diam sejak melangkah keluar gedung hingga menaiki taksi yang menjemputnya.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan bahwa Rustian telah menjalani pemeriksaan intensif. Namun, Rustian tidak termasuk pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut sehingga tidak ditahan.

Lewat pesan singkat, Budi menjelaskan penyidik telah menetapkan sejumlah tersangka setelah perkara itu dinaikkan ke tahap penyidikan melalui forum ekspose pada Selasa malam.

“Para tersangka tersebut selanjutnya tentu akan dilakukan penahanan, sedangkan pihak-pihak yang sampai dengan saat ini status hukumnya sebagai saksi dapat kembali,” ucap Budi.

Tangkap 14 Orang

Sebelumnya, KPK menggelar OTT di lingkungan BNPB pada Selasa (13/10/2026). Operasi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa serta dana siap pakai untuk penanganan kebencanaan.

Dalam operasi itu, KPK menangkap 14 orang, termasuk Rustian. Sebanyak 13 orang lainnya terdiri atas pejabat pembuat komitmen (PPK) di BNPB dan pihak swasta.

KPK kemudian memeriksa mereka secara intensif di Gedung Merah Putih KPK untuk mendalami dugaan keterlibatan masing-masing dalam perkara tersebut.

“Untuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut. Hal yang pasti, terhadap 14 orang ini sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, baik dari pihak-pihak di BNPB maupun pihak-pihak swasta yang diduga terkait dengan peristiwa ini,” kata Budi. (Antara)

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com