- Menteri Sosial Saifullah Yusuf merespons survei CELIOS pada 14 Oktober 2026 di Jakarta terkait kinerjanya.
- CELIOS menempatkan Saifullah Yusuf sebagai salah satu menteri berkinerja terburuk dengan perolehan skor minus 17.
- Kementerian Sosial saat ini fokus memperbaiki data agar penyaluran bantuan sosial menjadi lebih tepat sasaran.
Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menanggapi hasil survei Center of Economic and Law Studies (CELIOS) yang memasukkan namanya dalam daftar menteri dengan penilaian kinerja buruk di pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Gus Ipul mengaku menghormati hasil penilaian tersebut. Namun, ia mempertanyakan indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja para menteri, termasuk dirinya sebagai Menteri Sosial.
"Kritik dari mana pun, saran kita terima, kita kan sangat terbuka. Kita sedang memperbaiki data supaya bansos lebih tepat sasaran, ya," kata Gus Ipul ditemui di Kantor Kemensos, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Ia menuturkan, Kementerian Sosial tengah melakukan pembenahan data penerima bantuan sosial (bansos) agar penyalurannya lebih tepat sasaran. Menurut dia, upaya tersebut juga diikuti dengan bertambahnya jumlah penerima bantuan sosial.
"Sekarang sudah ada lebih dari empat juta penerima bansos baru. Jadi saya nggak ngerti ukurannya seperti apa, tapi itu kita hormati, kita hargai," ujarnya.
Ia menegaskan, pihaknya telah memiliki proses kerja dan sejumlah mandat strategis yang menjadi dasar pelaksanaan program Kementerian Sosial.
Gus Ipul juga membuka kemungkinan bahwa penilaian tersebut belum sepenuhnya mempertimbangkan cara kerja kementerian yang dipimpinnya. Meski demikian, ia kembali menekankan bahwa pemerintahannya menghormati pendapat dan kritik dari berbagai pihak.
"Atau mungkin belum mengerti cara kerja kita. Itu yang kami ingin diskusi lebih lanjut. Tapi pada dasarnya kita menghormati semua pendapat," ucapnya.
Sebelumnya, CELIOS bersama Kabinet Bayangan merilis hasil survei evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran yang turut memuat penilaian publik terhadap kinerja para menteri.
Dalam daftar 10 menteri dengan penilaian terburuk, Gus Ipul menempati urutan kedelapan dengan skor minus 17. Ia berada dalam daftar yang sama dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri HAM Natalius Pigai, dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Bahlil menempati posisi terbawah dengan skor minus 159, disusul Natalius Pigai dengan minus 158 dan Raja Juli Antoni dengan minus 103.
Penilaian tersebut merupakan bagian dari laporan CELIOS bersama Kabinet Bayangan. Dalam pemeringkatan kinerja menteri, survei menggunakan metode Borda Count, yakni sistem pemeringkatan berdasarkan posisi yang diberikan responden.