- Pertamina menyatakan kelangkaan Pertalite di Bali dan Malang Raya memicu antrean panjang kendaraan di SPBU akibat masalah pasokan.
- Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyebutkan keterlambatan bongkar muat kapal tanker dan lonjakan permintaan memicu kelangkaan BBM di Bali.
- Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menjelaskan penyesuaian pola distribusi rantai pasok memengaruhi ketersediaan BBM di Malang Raya.
"Ada penyesuaian pola distribusi. Di antaranya fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar mata uang," ujar Ahad.
Berikut beberapa faktor yang dijelaskan Pertamina terkait penyesuaian pasokan BBM di Malang Raya:
- Penyesuaian pengelolaan rantai pasok. Pengaturan distribusi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sumber pasokan impor maupun kilang hingga penyaluran ke wilayah operasional.
- Perubahan moda transportasi. Penyesuaian sementara pada moda pengiriman di sejumlah wilayah turut memengaruhi pola distribusi BBM.
- Kebutuhan BBM yang harus diimbangi dengan suplai. Pertamina mencatat rata-rata konsumsi BBM harian di Malang mencapai 72,085 kiloliter pada September 2026, sehingga pengaturan pengiriman perlu memperhitungkan kebutuhan tersebut.
Ahad menegaskan bahwa penyesuaian distribusi tidak hanya berlaku di Malang, tetapi juga mencakup wilayah kerja Pertamina Regional Jatimbalinus yang meliputi empat provinsi. "
Kebutuhan BBM masyarakat di Malang menjadi perhatian kami dalam mengatur pola pengiriman dan menjaga kelancaran pasokan," terangnya.
Untuk mendukung ketersediaan BBM, pengiriman dari Surabaya ke Malang dilakukan secara bertahap. Pertamina juga merencanakan empat ritase pengiriman pada akhir pekan dan mengoperasikan Fuel Terminal Malang selama 24 jam.