Driver Ojek Online Jual Pertalite ke Bule, 1,5 Liter Rp 200 Ribu saat Krisis BBM di Bali

Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:32 WIB
Ojek online jual bahan bakar minyak eceran di Bali
BACA 10 DETIK
  • Ojol di Bali jual BBM eceran Rp 200 ribu untuk WNA.

  • Aksi tersebut terjadi di tengah kelangkaan dan antrean panjang SPBU.

  • Polisi siagakan pengawasan ketat dan ancam pelaku sanksi pidana.

Suara.com - Seorang pengemudi ojek online tertangkap basah memperdagangkan bahan bakar minyak eceran seharga Rp 200 ribu per 1,5 liter khusus bagi warga asing di Bali. Praktik lancung tersebut mendadak viral di dunia maya usai diunggah akun media sosial @infokrw dan mencuri perhatian publik.

Titik persis pengambilan video masih misterius meski sejumlah netizen menyebut lokasi kejadian berada di kawasan Canggu, Badung. Fenomena mencekam ini muncul ketika pulau dewata tengah dilanda krisis pasokan serta antrean mengular di berbagai SPBU resmi.

Modus pemerasan harga di tengah kesulitan warga ini memanfaatkan kepanikan publik demi meraup untung pribadi secara instan. Situasi darurat energi tersebut memaksa aparat penegak hukum bergerak cepat meredam aksi spekulan nakal di lapangan.

Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba langsung melayangkan peringatan keras agar warga berhenti mempermainkan distribusi energi bersubsidi. Pihaknya meminta masyarakat tidak mencari celah keuntungan di tengah penderitaan banyak orang.

“Kami imbau dilarang menggunakan tangki modifikasi untuk membeli BBM subsidi untuk diperjualbelikan. Dilarang keras melangsir BBM subsidi ke jerigen untuk diperjualbelikan,” kata Joseph.

Barisan aparat kepolisian kini disiagakan secara penuh guna memperketat penjagaan di seluruh SPBU wilayah hukum Badung. Pengawasan ekstra ketat ini akan terus berlanjut sampai pasokan energi kembali stabil sepenuhnya.

Para pelaku penimbunan maupun penjualan bahan bakar ilegal terancam hantaman sanksi hukum berat tanpa kompromi. Ancaman pidana mengacu langsung pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Krisis bahan bakar minyak di Bali belakangan ini memicu antrean panjang dan dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab. Aksi spekulasi lewat jalur eceran harga fantastis memperkeruh situasi darurat energi yang merugikan masyarakat luas.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com