-
Chanee Kalaweit heran karhutla 639 hektare bikin Kalimantan berasap.
-
Ia minta Presiden cek citra satelit mandiri.
-
Data akurat penting untuk atasi kebakaran.
Suara.com - Aktivis lingkungan Chanee Kalaweit secara terbuka mempertanyakan keakuratan laporan ke Presiden Prabowo Subianto soal luas kebakaran hutan dan lahan seluas 639 hektare yang disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Ia menilai angka tersebut tidak masuk akal lantaran kepulan asap dari titik api justru terlihat menyelimuti sebagian besar wilayah Pulau Kalimantan.
Melalui media sosial Instagram, Chanee meminta Kepala Negara untuk memantau kondisi riil karhutla lewat aplikasi citra satelit independen.
Menurut pengamatannya pada aplikasi seperti Windy atau Zoom Earth, skala kebakaran di lapangan tampak jauh lebih besar daripada angka laporan resmi.
Kendati demikian, para ahli kerap membedakan antara luasan lahan yang terbakar secara fisik dan sebaran wilayah yang terdampak oleh kepulan asap.
Faktor hembusan angin yang kuat dapat membawa partikel asap terbang jauh melintasi batas wilayah titik api utama.
Meski wilayah sebaran asap bisa lebih luas, akurasi data tetap memegang peran krusial dalam menentukan efektivitas penanggulangan bencana di lapangan.
Data yang valid sangat dibutuhkan untuk melindungi kesehatan masyarakat sekaligus menyelamatkan ekosistem rentan di Kalimantan.
"Maaf bertanya, pak bagaimana mungkin 639 hektare lahan yang sedang terbakar mampu menyelimuti sebagian besar Kalimantan dengan asap?" kata Chanee Kalaweit.
Ia pun menyarankan pemerintah agar tidak hanya berpatokan pada laporan administratif meja kerja semata.
"Sekadar saran saya, tanpa mengurangi rasa hormat. Daripada menerima laporan, mungkin lebih baik bapak presiden bisa mengunduh aplikasi citra satelit yang sangat umum diggunakan," kata dia lagi.
Pernyataan kritis ini mengemuka di tengah gelombang keluhan warga setempat yang terus mendapati kabut asap pekat di berbagai penjuru daerah.