216 Pedagang Direlokasi, Setu Babakan Disiapkan Jadi Sentra Kuliner Betawi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:31 WIB
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merelokasi pedagang yang berjualan di bantaran Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2026).
BACA 10 DETIK
  • Pemprov DKI Jakarta merelokasi 216 pedagang di bantaran Setu Babakan pada Kamis, 15 Oktober 2026.
  • Sebanyak 400 personel gabungan dikerahkan untuk mengembalikan fungsi kawasan tersebut sebagai sentra wisata budaya Betawi.
  • Pemerintah menyediakan lokasi binaan serta berencana memperbaiki saluran air, jalan, dan jalur pedestrian kawasan.

Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merelokasi 216 pedagang yang berjualan di bantaran Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2026).

Penataan ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi kawasan tersebut sebagai destinasi wisata budaya sekaligus memperkuat Setu Babakan sebagai sentra kebetawian.

Sebanyak 400 personel gabungan dari TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta petugas PPSU, SDA, dan LH DKI Jakarta dikerahkan dalam penataan yang dimulai pukul 07.00 WIB.

Dari total 216 pedagang yang ditata, sebanyak 63 pedagang direncanakan menempati lokasi binaan (Lokbin) di kawasan Setu Babakan.

Namun, berdasarkan hasil kurasi sementara, baru 57 pedagang yang terdata untuk mengisi lokasi tersebut.

Sementara itu, alat berat berupa ekskavator dan armada truk dikerahkan untuk mengangkut sisa lapak di sisi timur kawasan. Hingga penataan berlangsung, masih ada 20 bangunan yang belum dibongkar secara mandiri oleh pemiliknya.

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Firmanudin, menegaskan penataan tersebut bukan sekadar pembongkaran lapak, melainkan bagian dari upaya pemerintah mengembalikan fungsi kawasan Setu Babakan.

β€œIni bukan pembongkaran yang tidak berdasar, tetapi merupakan tindak lanjut dari perhatian pemerintah provinsi terhadap penataan kawasan ini,” ujarnya kepada wartawan.

Kawasan Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan. (Suara.com/Adiyoga)

Sentra Betawi

Firmanudin menjelaskan, penataan juga diarahkan untuk memperkuat identitas Setu Babakan sebagai pusat kebudayaan Betawi.

Karena itu, pemerintah ingin kuliner yang dijajakan di kawasan tersebut selaras dengan identitas yang diusung.

"Di sini kan namanya aja Sentra Kebetawian ya. Jadi di sini kami juga pengin bahwa, bukan kami yang pengin, tapi seyogyanya kalau datang ke sini adalah makanan Kebetawian gitu," terangnya.

Adapun pedagang yang masuk dalam skema penataan akan diarahkan ke lokasi binaan yang telah disediakan pemerintah.

"Alhamdulillah, bukan kami bongkar. Tapi mereka yang membongkar sendiri, kesadarannya sangat tinggi," katanya.

Firmanudin menyebut penataan telah didahului sosialisasi kepada para pedagang. Pemerintah juga telah melayangkan Surat Peringatan (SP) 1, SP 2, hingga SP 3 sesuai prosedur yang berlaku.

Selain menata area perdagangan, Pemprov DKI Jakarta berencana memperbaiki saluran air, jalan, dan jalur pedestrian di kawasan Setu Babakan.

Pembenahan tersebut menjadi bagian dari upaya menata kawasan wisata budaya Betawi agar lebih tertata dan nyaman bagi pengunjung.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com