- Proyek galian drainase dan trotoar di Jalan Rawa Belong sejak 4 September 2026 dikeluhkan karena memicu kemacetan parah.
- Warga dan pedagang lokal menderita kerugian akibat penutupan akses usaha tanpa adanya pemberitahuan tertulis sebelumnya dari pelaksana proyek.
- Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat menargetkan proyek sepanjang 870 meter tersebut rampung pada 2 Desember 2026.
Suara.com - Proyek galian saluran air dan peninggian trotoar di Jalan Rawa Belong, Palmerah, Jakarta Barat, menuai keluhan pedagang akibat terganggunya mata pencaharian dan mobilitas warga.
Pengerjaan fisik yang menyita hampir separuh badan jalan tersebut memicu kemacetan parah serta memblokade akses menuju tempat usaha.
Bahri, seorang pedagang jual beli sepeda motor di lokasi tersebut, mengaku terpaksa menghentikan total operasional tokonya lantaran tertutup material proyek.
“Sudah tiga hari tutup,“ keluhnya.
Ia menyayangkan ketiadaan pemberitahuan resmi secara tertulis dari pelaksana proyek sebelum pembongkaran dimulai.
“Harusnya kan pakai edaran biasanya. Waktu di seberang kan pakai edaran, terus minta persetujuan, kan begitu. Ini tahu-tahu lisan, langsung dibongkar aja begitu,“ lanjut Bahri.
Kondisi tersebut kian pelik lantaran ruas jalan menuju Kebayoran Lama dan Palmerah kian padat tanpa adanya pengaturan lalu lintas yang memadai.
“Kalau hari biasa aja udah macet, apalagi tambah galian gini, tambah parah. Terus yang kedua, pengaturan lalu lintas nggak ada lagi, ya tambah parah,“ kata Bahri.
Seorang warga sekitar bernama Akbar turut mengusulkan perombakan jadwal pengerjaan agar tidak melumpuhkan aktivitas harian masyarakat.
“Kalau bisa pengerjaannya malam, jadi siang tidak terlalu mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan,“ tuturnya.
Menanggapi situasi di lapangan, Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat menyatakan bahwa perbaikan drainase dan fasilitas pejalan kaki tersebut ditargetkan rampung pada 2 Desember 2026.
Pekerjaan yang memakan waktu 90 hari sejak 4 September 2026 itu dirancang untuk membenahi infrastruktur jalan secara menyeluruh.
“Untuk panjangnya kurang lebih 870 meter,“ jelas Kepala Seksi Prasarana dan Sarana Utilitas Kota dan Penerangan Umum Sudin Bina Marga Jakarta Barat, Budi Cahyo Wardoyo saat dikonfirmasi secara terpisah.
Meski pemerintah mematok target rampung pada pengujung tahun, para pelaku usaha tetap mendesak percepatan penyelesaian agar dapur mereka kembali mengepul.
“Namanya kita orang usaha, ya buru-buru diselesaikan, biar kita bisa usaha lagi. Karena kan kita butuh biaya hidup,“ tandas Bahri.