-
Media Inggris BBC menyoroti krisis karhutla Papua yang diperparah oleh pembukaan lahan proyek nasional.
-
Kabut asap beracun dari Merauke meluas hingga Sulawesi dan mengganggu kesehatan serta aktivitas warga.
-
Kerusakan hutan skala besar melenyapkan ruang hidup masyarakat adat serta memicu lonjakan suhu ekstrem.
"Kami yang hidup bertahun-tahun semasa hutan masih utuh, ada musim panas yang kami bilang musim panas keras, tapi tidak seperti yang ini," ujarnya.
"Ini lebih keras lagi karena hutan itu tidak ada," kata Vincen yang kebun pisang, karet, dan sagu miliknya ikut terbakar saat api meluas.
Lonjakan deforestasi di Kabupaten Merauke memecahkan rekor angka kehilangan pohon tertinggi dibanding daerah lain di Papua.
Ancaman kualitas udara berbahaya pada akhirnya merusak proses pendidikan generasi muda di kawasan terdampak.
Anak-anak sekolah di Manokwari terpaksa menghentikan kegiatan tatap muka demi menghindari bahaya paparan zat beracun.
Keputusan meliburkan sekolah diambil setelah Indeks Standar Pencemar Udara menunjukkan kategori yang mengkhawatirkan kesehatan.
Pemerintah Indonesia menetapkan Kabupaten Merauke sebagai pusat pengembangan food estate dan energi nasional melalui Permenko Perekonomian Nomor 8 Tahun 2023. Kebijakan ini mengalokasikan lebih dari dua juta hektare lahan yang tersebar di sembilan distrik utama untuk industri perkebunan padi, tebu, dan sawit.
Eksploitasi lahan secara masif ini memperparah tren deforestasi kawasan, di mana Merauke mencatatkan kehilangan tutupan pohon terbesar mencapai 180 kilohektare berdasarkan data Global Nature Watch. Deforestasi struktural inilah yang merusak daya dukung lingkungan hingga memicu bencana karhutla berulang dengan dampak paling parah sepanjang sejarah Papua pada 2026.