Okky Madasari Sentil Influencer: Jangan Sampai Opinion Leaders Jadi Opinion Dealers

Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:19 WIB
Novelis sekaligus aktivis digital, Okky Madasari di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Kamis, (15/10/2026). [Suara.com/Alif]
BACA 10 DETIK
  • Novelis Okky Madasari menyatakan bahwa protes masyarakat kini bergeser ke media sosial karena ruang kritik publik menyempit.
  • Pernyataan tersebut disampaikan Okky Madasari dalam diskusi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada hari Kamis, 15 Oktober 2026.
  • Okky Madasari mendorong para pemimpin opini digital memperkuat jaringan solidaritas guna mengimbangi propaganda serta pengaruh kekuasaan.

Suara.com - Novelis sekaligus aktivis digital, Okky Madasari, menyoroti pergeseran pola protes masyarakat sipil ke ranah media sosial. Kini, banyak pemengaruh di jagat maya memanfaatkan ruang digital untuk menyuarakan aspirasi dan kritik terhadap pemerintah.

Menurut Okky, pergeseran tersebut terjadi seiring makin terkikisnya ruang kritik publik di ruang terbuka dan berubahnya pola perhatian masyarakat yang kini lebih banyak tertuju pada media sosial.

Karena itu, tantangan aktivis digital saat ini adalah memastikan mereka tidak tergoda oleh akal bulus kekuasaan.

"Hari ini adalah bagaimana agar opinion leaders ini betul-betul berperan sebagai the real opinion leaders, bukan malah menjadi yang namanya opinion dealers," ungkap Okky saat diskusi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Okky juga menyoroti keberadaan pendengung di media sosial yang bertugas melancarkan serangan narasi untuk melindungi citra pemerintah.

Dalam situasi tersebut, para opinion leaders atau pemimpin opini memiliki peran penting dalam memperkuat gerakan kritis melalui edukasi kepada masyarakat di ruang digital.

"Jadi, di sini kita masing-masing harus berperan untuk memproduksi pengetahuan, jangan hanya menyerahkan itu pada propaganda kekuasaan, kepada opinion dealers. Sekarang kita harus ambil alih itu," tegas Okky.

Menurut dia, masyarakat selama ini masih terkesan berjarak dengan edukasi politik. Salah satu penyebabnya adalah kesenjangan yang dirasakan masyarakat dalam mengakses pengetahuan dari kalangan intelektual.

"Memang ini adalah tugas opinion leaders untuk membantu membangun kesadaran baru dan kesadaran politik rakyat ini," tutur Okky.

Untuk memperkuat gerakan digital, Okky mendorong para pemimpin opini membangun jejaring solidaritas yang lebih erat. Dengan begitu, simpul gerakan kritis diharapkan tidak mudah goyah ketika berhadapan dengan narasi penguasa.

"Kita harus membangun networking solidaritas yang lebih erat, organisasi kalau perlu walaupun tidak tidak dengan utama organisasi ya, tapi kita harus berjejaring itu," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya memperluas jaringan antarpemimpin opini untuk mengimbangi pengaruh para pemengaruh dan opinion dealers di media sosial.

"Kita harus perbanyak jaringan antar opinion leaders, melawan jaringan influencer dan opinion dealers itu," tutup dia.

Reporter: Alif Bintang

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com