- KPK mengamankan 20 orang termasuk Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam operasi tangkap tangan di Klaten dan Jakarta, Kamis 16 Oktober 2026.
- Penyidik menyita barang bukti uang tunai yang proses penghitungan sementaranya diperkirakan mencapai Rp1 miliar.
- Operasi tangkap tangan tersebut berkaitan dengan dugaan suap pengadaan barang jasa, perizinan, serta proses audit oleh BPK.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 20 orang, termasuk Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Klaten, Jawa Tengah, dan Jakarta, Kamis (16/10/2026).
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, pihak-pihak yang diamankan di Klaten masih menjalani pemeriksaan di Polres Klaten. Salah satunya adalah Hamenang.
“Para pihak yang diamankan di Klaten saat ini masih dilakukan permintaan keterangan di Polres Klaten, salah satunya adalah Bupati Klaten,” kata Budi kepada wartawan, Kamis (16/10/2026).
Sementara itu, pihak yang diamankan di Jakarta tengah dimintai keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.
Dalam operasi tersebut, tim KPK turut menyita uang tunai yang jumlahnya diperkirakan mencapai Rp1 miliar. Penghitungan barang bukti masih berlangsung.
“Selain mengamankan para pihak, tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai. Masih proses hitung. Hitungan awal sementara sekitar Rp1 miliar,” ujar Budi.
Budi menjelaskan, OTT tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara, antara lain terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan, serta penerimaan lain dari organisasi perangkat daerah (OPD).
KPK juga mendalami dugaan pemberian yang dilakukan Hamenang kepada oknum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait proses audit.
“Pihak-pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini, selain bupati selaku penyelenggara negara, juga ASN baik di lingkungan Pemkab Klaten maupun BPK, serta unsur swasta,” jelas Budi.
OTT ke 23
OTT di Klaten menjadi operasi tangkap tangan ke-23 yang dilakukan KPK sepanjang 2026. Sebelumnya, lembaga antirasuah itu menangani sejumlah perkara yang melibatkan kepala daerah, aparatur sipil negara (ASN), pejabat pengadilan, hingga pihak swasta.
Sejumlah kepala daerah yang terjaring OTT KPK sepanjang tahun ini antara lain Bupati Pati Sudewo, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobar, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, dan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo.
KPK juga melakukan OTT dalam perkara dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, pengadaan barang dan jasa di pemerintah daerah, serta dugaan suap terkait pemeriksaan laporan keuangan oleh BPK.
Terbaru sebelum OTT Klaten, KPK melakukan operasi tangkap tangan di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa (13/10/2026).