Ini Alasan Gibran Minta Santri Belajar AI dan Robotika

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:13 WIB
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau pelatihan kecerdasan buatan (AI) dan robotika di Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah (Dalwa), Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (16/10/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Wakil Presiden
BACA 10 DETIK
  • Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendorong santri Ponpes Dalwa Pasuruan menguasai AI.
  • Penguasaan teknologi bertujuan melatih berpikir kritis serta mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan global secara inovatif.
  • Gibran juga mengingatkan para santri untuk tetap mengutamakan etika, menjaga data pribadi, serta menghindari informasi palsu.

Suara.com - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendorong para santri menguasai kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan robotika agar mampu menciptakan inovasi, bukan sekadar menjadi pengguna teknologi.

Langkah ini dinilai penting untuk menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan zaman dan persaingan dengan negara lain.

“Kita ingin ke depan, para santri ini juga akan dapat menjawab tantangan zaman. Jadi, kita berpacu, jangan sampai ketinggalan dengan negara lain,” kata Gibran saat meninjau pelatihan AI dan robotika di Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah (Dalwa), Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (16/10/2026).

Menurut Gibran, akses pembelajaran teknologi masa depan perlu terbuka bagi seluruh generasi muda, termasuk santri. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan dapat ikut mengembangkan teknologi dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat.

Gibran menegaskan, belajar AI dan robotika tidak berarti setiap santri harus berkarier sebagai programmer. Proses pembelajaran itu juga dapat melatih pola pikir kritis, kemampuan berpikir komputasional, hingga keterampilan memecahkan masalah.

“Mempelajari AI/robotic bukan berarti harus jadi programer, tapi justru melatih berfikir kritis, berfikir komputasional, dan terbiasa melakukan 'problem solving',” ujarnya.

Ia juga menilai pembelajaran teknologi perlu dilakukan secara praktis dan disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan begitu, keterampilan yang diperoleh dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas pekerjaan.

Etika dan Keamanan Digital

Di tengah dorongan untuk menguasai teknologi, Gibran mengingatkan para santri agar tetap mengutamakan akhlak dan karakter. Kemampuan digital, menurut dia, perlu diimbangi dengan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi.

Para santri juga diingatkan untuk memilah informasi, mengenali hoaks, menjaga data pribadi, serta menghindari penggunaan teknologi yang merugikan orang lain.

“Gunakan teknologi dengan bijak. Jaga kerahasiaan data. Jaga diri dari hoaks, dan jangan gunakan untuk merugikan orang lain,” katanya.

Saat mengunjungi Pondok Pesantren Dalwa, Gibran berinteraksi dengan sejumlah santri yang memamerkan hasil percobaan mereka. Salah satunya adalah aplikasi pengenalan wajah yang digunakan untuk pencatatan kehadiran.

Gibran mengapresiasi inovasi tersebut, meski para santri baru beberapa hari mempelajari dasar-dasar pemrograman dan kecerdasan buatan. (Antara)

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com