- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi beradu argumen dengan warga Ciamis karena mengaku terburu-buru saat melewati jalan rusak.
- Warga Desa Cintajaya sengaja mengarahkan rombongan gubernur untuk menunjukkan infrastruktur rusak yang belum kunjung diperbaiki.
- Dedi Mulyadi menyatakan penanganan jalan harus dikoordinasikan dengan bupati sesuai status kewenangan wilayah masing-masing.
Sejumlah komentar di media sosial menyoroti respons KDM saat berhadapan dengan warga yang ingin menunjukkan jalan rusak.
Salah satu warganet menilai masyarakat justru berisiko disalahkan ketika berusaha menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
“Udah mah rakyat dapet fasilitas jelek, sekalinya ngeluh malah dilempar sana-sini. Rakyat mana mau tau itu jalan punya siapa?” tulis seorang warganet.
Komentar lain meminta KDM menerima aspirasi warga terlebih dahulu sebelum membahas pembagian kewenangan pemerintah.
“Ya terima aja aspirasi warga, baru kamu yang marahin bupati kamu. Jangan rakyat yang disalahin,” tulis akun lainnya.
Ada pula warganet yang menilai kemarahan seharusnya diarahkan kepada pihak yang berwenang menangani jalan tersebut, bukan kepada masyarakat yang menyampaikan keluhan.
Di sisi lain, sebagian komentar bernada lebih keras mengkritik gaya komunikasi dan citra politik KDM.