- Mahasiswa dan warga Albania menggelar demonstrasi menuntut perbaikan pendidikan dan pengunduran diri Perdana Menteri Edi Rama di Tirana pada 13 hingga 17 Oktober 2026.
- Aksi unjuk rasa yang berpusat di depan Kementerian Pendidikan tersebut diwarnai bentrokan fisik antara demonstran dan aparat kepolisian sejak hari pertama hingga akhir pekan.
- Kementerian Kesehatan Albania melaporkan total 272 orang mengalami luka-luka akibat rangkaian demonstrasi yang melibatkan ribuan massa di ibu kota.
Bentrokan berlanjut hingga Akhir Pekan
Pada Sabtu (17/10), demonstrasi memasuki hari kelima berturut-turut. Euronews Albania melaporkan ribuan demonstran kembali berkumpul di depan Kementerian Pendidikan di Tirana.
Sebagian demonstran melempar batu ke arah polisi. Petugas merespons dengan gas air mata dan meriam air.
Sementara itu, sebanyak 65 orang terluka dalam aksi demonstrasi di Albania.
Data tersebut disampaikan Kementerian Kesehatan Albania dalam pembaruan informasi pada Minggu, 18 Oktober 2026. Sebanyak 12 korban luka masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Trauma.
Angka tersebut menambah jumlah korban luka selama rangkaian demonstrasi di Tirana dalam lima hari terakhir.
Secara keseluruhan, tercatat 272 orang mengalami luka-luka selama aksi unjuk rasa tersebut.
Dari total korban, sebanyak 169 orang merupakan personel kepolisian, 82 orang demonstran, dan 21 lainnya warga yang tidak terlibat langsung dalam aksi.