Semua Happy saat BBM Langka, Bapak Ini Bagi-bagi Tuak ke Pengantre Pertalite di Bali

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:52 WIB
Semua Happy saat BBM Langka, Bapak Ini Bagi-bagi Tuak ke Pengantre Pertalite di Bali (IG)
BACA 10 DETIK
  • Pria di Bali membagikan tuak gratis kepada pemotor yang antre di SPBU.

  • Aksi spontan tersebut berhasil mencairkan suasana lelah pengendara saat menunggu giliran pengisian BBM.

  • Kejadian ini mencerminkan penerapan nilai budaya paras paros atau semangat kebersamaan masyarakat Bali.

Suara.com - Sensasi unik terjadi di salah satu SPBU di Bali ketika kelelahan warga yang mengantre bahan bakar minyak atau BBM mendadak sirnah oleh aksi kedermawanan lokal. Seorang pria lokal bertindak melampaui kebiasaan dengan menyusuri barisan pengendara sepeda motor sembari menyodorkan minuman tradisional.

Inisiatif segar ini membuktikan bahwa himpitan situasi sulit tidak memadamkan kehangatan interaksi sosial masyarakat Pulau Dewata. Alih-alih diwarnai kekesalan, area pengisian bensin justru berubah menjadi ruang keakraban antarwarga.

Aksi tersebut terekam dalam sebuah video yang disebar akun @balinewsid. Dalam video itu yang memperlihatkan pria tersebut membawa botol berisi tuak khas Bali. Ia membagikan minuman tersebut menggunakan gelas kecil secara bergantian kepada para pemotor yang sedang menunggu giliran.

Setelah satu pengendara menikmati tuak tersebut, sang pria langsung berpindah menawarkan gelas berikutnya kepada warga lain. Keceriaan sederhana ini seketika memangkas raut wajah lelah para pengendara di lokasi kejadian.

Rekaman momen hangat tersebut langsung menyedot perhatian netizen di berbagai platform media sosial. Publik kagum melihat suasana antrean yang biasanya dipenuhi rasa ketidaksabaran berubah menjadi momen kebersamaan yang cair.

Fenomena antrean BBM kerap memicu ketegangan emosional serta rasa lelah berlebih bagi para pengendara jalan raya. Namun, sentuhan kearifan lokal terbukti ampuh meredam potensi konflik sosial di ruang publik.

Inisiatif berbagi tuak ini menjadi bukti bagaimana nilai kemanusiaan dapat hadir dalam momen-momen yang paling tidak terduga. Kehangatan interaksi tersebut sekaligus menegaskan identitas sosial masyarakat Bali yang kuat.

Secara historis, kebiasaan berkumpul dan berbagi minuman tradisional memang menjadi sarana mempererat tali silaturahmi warga lokal. Konsep kebersamaan ini terus dipertahankan sebagai benteng keharmonisan sosial di Pulau Dewata.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com