Torehkan Sejarah, Rosatom dan Indonesia Sepakati Ekspor Listrik Nuklir Terapung Perdana di Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 17:14 WIB
Maket unit pembangkit listrik tenaga nuklir terapung untuk Maluku Utara. (Dok. Rosatom)

Suara.com - Korporasi Negara Rosatom dan perusahaan milik nasional Indonesia bernama PT Pembangkit Listrik Nuklir telah mencapai kesepakatan untuk memasok listrik yang dihasilkan oleh unit pembangkit listrik tenaga nuklir terapung kepada konsumen di Maluku Utara, Indonesia bagian timur. Kesepakatan tersebut ditandatangani di sela-sela Russian Energy Week (REW) di Moskow pada 16 Oktober 2026, menandai tonggak penting dalam kerja sama energi bilateral antara Rusia dan Indonesia.

Sebagai bagian dari proyek ini, Rosatom akan mengerahkan dua unit pembangkit listrik terapung nuklir (Floating Power Unit/FPU) FPU-100 dengan kapasitas gabungan sebesar 200 MW untuk memasok listrik ke wilayah utara Pulau Halmahera, Maluku Utara. Unit-unit tersebut akan menyediakan listrik yang andal dan rendah karbon dengan menggunakan sistem reaktor seri RITM, yang telah membuktikan efisiensi, keandalan, dan keselamatannya melalui pengalaman operasional selama bertahun-tahun di atas kapal pemecah es bertenaga nuklir. FPU tersebut diperkirakan mulai memasok listrik dengan kapasitas awal beberapa megawatt kepada konsumen di Indonesia paling cepat lima tahun setelah ketentuan-ketentuan utama dalam kontrak pasokan listrik mulai berlaku.

“Kerja sama antara Rosatom dan Indonesia berkembang pesat. Pertemuan terbaru kami dengan Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali bahwa negara kepulauan terbesar di dunia ini secara konsisten menempuh jalur untuk memperkuat ketahanan energi dan mencapai netralitas karbon. Kesepakatan baru kami menandai tonggak penting dalam upaya tersebut. Rosatom siap menawarkan solusi teknologi paling canggih dan teruji yang tersedia di pasar global. Kami membahas lebih dari sekadar pasokan listrik. Kami sedang meletakkan fondasi bagi kemitraan jangka panjang. Saya ingin menekankan arti penting historis dari pencapaian ini, yakni kesepakatan ekspor pertama di dunia untuk pasokan listrik dari unit pembangkit listrik terapung. Saya yakin hal ini akan mengirimkan sinyal kuat kepada komunitas bisnis global: dengan dukungan pemerintah yang sistematis, sektor swasta secara aktif mengambil peran utama dalam memprakarsai proyek infrastruktur nuklir yang mampu mentransformasi perekonomian negara,” ujar Alexey Likhachev, Direktur Jenderal Korporasi Negara Rosatom.

“Memimpin transisi energi Indonesia merupakan tujuan utama sekaligus tanggung jawab kami sebagai investor nasional. Kami sangat meyakini bahwa menyediakan listrik yang bersih, andal, dan bebas karbon bagi masyarakat merupakan hal mendasar untuk menjamin masa depan energi Indonesia dalam jangka panjang. Tenaga nuklir menawarkan solusi berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional yang terus meningkat sekaligus mendukung pembangunan ekonomi, khususnya di Indonesia bagian timur. Penting untuk ditekankan bahwa proyek ini sepenuhnya dirancang sebagai inisiatif business-to-business (B2B), yang didorong oleh investasi sektor swasta tanpa bergantung pada pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia. Kami sangat berterima kasih atas kesempatan untuk memajukan kemitraan bersejarah ini dan dengan tulus menghargai dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Indonesia, khususnya Kedutaan Besar Republik Indonesia di Rusia, dalam memfasilitasi pencapaian penting ini,” ungkap Yudi Utomo Imardjoko, ilmuwan nuklir Indonesia sekaligus Direktur PT Pembangkit Listrik Nuklir.

“Kesepakatan ini merupakan tonggak penting dalam ambisi bersama kita untuk memperkuat kemandirian energi Indonesia dan menjamin masa depan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang. Saya menyampaikan apresiasi yang tulus kepada Presiden Vladimir Putin, delegasi Rusia, dan Rosatom atas kerja sama yang sangat berharga serta komitmen mereka terhadap kemitraan ini. Yang terpenting, saya ingin berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin karena telah mempercayakan kepada Profesor Yudi dan saya tanggung jawab untuk menghadirkan proyek pembangkit listrik tenaga nuklir berkapasitas 200 MW di Halmahera Utara, Maluku Utara. Melalui kesepakatan bersejarah ini, kita sedang meletakkan dasar bagi era baru pengembangan energi yang akan memberikan manfaat bagi masyarakat Maluku Utara dan berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia bagian timur secara lebih luas,” ungkap Haji Romo Nitiyudo Wachjo, investor PT Pembangkit Listrik Nuklir.***

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com