BACA 10 DETIK
- Mahasiswa dan pelajar Albania menggelar demonstrasi di depan Kementerian Pendidikan pada Senin menuntut pengunduran diri perdana menteri.
- Aksi unjuk rasa yang telah memasuki hari ketujuh tersebut dikawal ketat oleh aparat kepolisian dengan menyiagakan kendaraan meriam air.
- Menteri Ervin Demo menyatakan pemerintah membuka ruang dialog seluas-luasnya serta menegaskan bahwa unjuk rasa dijamin oleh konstitusi.
Ia menilai komunikasi langsung dan kesediaan mendengarkan kedua belah pihak merupakan jalan untuk mencari penyelesaian.
“Tidak ada pintu yang tertutup untuk dialog dan tidak ada tindakan kekerasan yang dapat menggantikannya,” ujarnya.
Meski demikian, Demo mengingatkan bahwa hak untuk berunjuk rasa tidak dapat digunakan untuk membenarkan pelanggaran hukum.
Ia menegaskan setiap orang yang melakukan tindakan melawan hukum harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara individual.
“Kami akan melindungi hak untuk berunjuk rasa, keselamatan warga, dan kewibawaan hukum secara setara,” kata Demo.